Wabah PMK Tak Pengaruhi Produksi Susu di Mojosongo Boyolali

- Senin, 6 Juni 2022 | 15:29 WIB
Peternak di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo menyemprot kandang sapi dengan disinfektan.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Peternak di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo menyemprot kandang sapi dengan disinfektan. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak berpengaruh signifikan pada produksi susu di Boyolali.

Rata-rata satu ekor sapi perah bisa menghasilkan 10-20 liter susu/hari.

Salah seorang peternak sapi perah asal Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kayat (57) mengaku memiliki empat ekor sapi perah.

Baca Juga: Seratusan Ekor Sapi di Sukoharjo Terkena PMK, Pasar Hewan Ditutup

Produksi susu masih stabil. Selama ini produksi susu bergantung pada kualitas pakan yang diberikan.

Jika pakan yang diberikan baik dan memenuhi syarat, maka produksi susu tinggi.

“Sehari bisa menghasilkan 10 liter susu/ ekor, jadi rata-rata perhari bisa 35-40 liter. Kalau PMK ya khawatir ada, tapi bisa diantisipasi. Karena sudah diedukasi oleh mantri hewan,” katanya, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Dampak Wabah PMK, Harga Sapi Kurban Jadi Terdongkrak

Dijelaskan, sesuai penjelasan mantra hewan, maka dirinya membersihkan kandang secara rutin setiap hari.

Bahkan dia selalu nenyempatkan mandi sebelum masuk ke kandang. Terutama setelah bepergian ke pasar hewan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB

Puluhan Umat Hindu Bali Kunjungi Boyolali, Ini Tujuannya

Minggu, 27 November 2022 | 13:50 WIB
X