Tujuh Sapi Positif PMK di Karanganyar, Kini Dinyatakan Negatif

- Senin, 6 Juni 2022 | 20:47 WIB
Ilustrasi (SMSolo/pixabay.com)
Ilustrasi (SMSolo/pixabay.com)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Tujuh ekor sapi di Karanganyar yang beberapa waktu lalu dinyatakan positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK), kini kondisinya sudah membaik dan sembuh.

Dari pemeriksaan sampel darah dan lendir di Laboratorium Balai Besar Veteriner, Wates, tujuh sapi yang berada di Desa Sepanjang Kecamatan Tawangmangu dan Desa Waru Kecamatan Kebakkramat itu dinyatakan negatif PMK.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar Heri Sulistyo mengatakan, tujuh sapi tersebut dinyatakan positif PMK setelah sampelnya diperiksa di Laboratorium Balai Besar Veteriner.

Baca Juga: Dampak Wabah PMK, Harga Sapi Kurban Jadi Terdongkrak

"Setelah dilakukan penanganan, sampel darah dan lendirnya diambil kembali, lalu diperiksa lagi di laboratorium. Hasilnya negatif," katanya, Senin (6/6/2022).

Guna mengantisipasi penyebaran PMK di Karanganyar, Heri mengimbau kepada peternak dan penjagal untuk tidak menggunakan sapi dari luar wilayah.

Sebab jika ada sapi yang terkena PMK, bisa menular dengan cepat.

Baca Juga: Seratusan Ekor Sapi di Sukoharjo Terkena PMK, Pasar Hewan Ditutup

"Kami minta peternak dan penjagal tidak memasukkan sapi dari luar Karanganyar. Gunakan sapi lokal. Ini untuk mencegah PMK. Jika ada gejala PMK, segera laporkan ke posko untuk ditindaklanjuti," imbuhnya.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CFD Colomadu Dimulai, Ribuan Warga Menyemut

Minggu, 25 September 2022 | 16:46 WIB
X