Kebutuhan Sapi di Boyolali Cukup, Warga Diminta Beli Sapi Lokal untuk Kurban Demi Hindari PMK

- Senin, 13 Juni 2022 | 18:36 WIB
Pekerja memberikan pakan ternak sapi milik pedagang di Desa Brajan Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Pekerja memberikan pakan ternak sapi milik pedagang di Desa Brajan Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Masyarakat Boyolali diminta membeli sapi lokal untuk kebutuhan kurban.

Selain itu, sapi kurban juga harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan pengecekan kembali oleh tim Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) setempat.

“Kebutuhan sapi korban di Kota Susu mencapai 5 ribu ekor. Kami meminta masyarakat mengambil sapi lokal dan tidak mendatangkan sapi dari luar daerah,” ujar Kabid Produksi Perternakan Disnakan Boyolali, Gunawan Andrianta, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Antisipasi PMK, TRC Disnakan Boyolali Gerak Cepat Lakukan Tracing Hewan Ternak

Dia mengungkapkan, biasanya kebutuhan sapi kurban sebagian disuplai dari Jatim dan Bali.

Hanya saja, dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat masyarakat tak bisa lagi mendatangkan sapi luar daerah.

“Ketersediaan populasi sapi potong ada 107 ribu ekor. Kebutuhan ternak potong untuk kurban rata-rata 4 - 5 ribu ekor, jadi cukuplah,” tuturnya.

Harga sapi Madura tersebut relatif lebih murah dan banyak diminati. Harganya berkisar Rp 20 jutaan.

Baca Juga: Antisipasi PMK, Kandang Komunal Jadi Sasaran Penyemprotan Desinfektan

Sedangkan peternak Boyolali biasa memelihara sapi jenis simetal, limousin dan PO yang berukuran lebih besar.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Andalkan Biogas, Warga Urutsewu Tak Perlu Beli Gas Melon

Minggu, 25 September 2022 | 05:15 WIB

Penemuan Mayat Kagetkan Warga Desa Pelem, Kecamatan Simo

Sabtu, 17 September 2022 | 13:42 WIB
X