DPC PDIP Karanganyar Gelar Wayang Kulit dalam Rangka Bulan Bung Karno

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:10 WIB
Anggota DPD RI Casytha Arriwi Kathmandu dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto menyerahkan wayang dan keris, sebagai penanda dibukanya Gelar Budaya dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno di Embung Watu Tanggal, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Sabtu (18/6) malam.  (SMSolo/Irfan Salafudin)
Anggota DPD RI Casytha Arriwi Kathmandu dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto menyerahkan wayang dan keris, sebagai penanda dibukanya Gelar Budaya dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno di Embung Watu Tanggal, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Sabtu (18/6) malam. (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Gelar budaya yang mementaskan potensi seni budaya, memeriahkan peringatan Bulan Bung Karno di Karanganyar.

Dipusatkan di Embung Watu Tanggal di Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan pada Sabtu (18/6) malam, ribuan warga berduyun-duyun datang untuk menyaksikan pentas wayang kulit dan ketoprak di acara yang dihelat oleh DPC PDIP Karanganyar tersebut.

Selain dihadiri jajaran pengurus DPC dan kader partai banteng moncong putih, acara juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Casytha Arriwi Kathmandu.

Baca Juga: Satu Jemaah Calon Haji asal Sragen Meninggal di Madinah

Ketua DPC PDIP Karanganyar Bagus Selo mengatakan, kegiatan gelar budaya tersebut sejalan dengan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang meminta agar jajaran partai menggali potensi seni budaya di wilayahnya masing-masing.

"Di DPP kan sudah ada Badan Kebudayaan Nasional (BKN). Nah, gelar budaya ini pengejawantahan dari upaya nguri-nguri seni budaya. Karena negara besar adalah negara yang menghargai budayanya. Karena itu yang menjadi karakter bangsa," katanya.

Soal pemilihan lokasi di Embung Watu Tanggal, menurut Bagus Selo, hal itu tak lepas dari keinginan mengangkat potensi wisata yang ada di wilayah.

Baca Juga: DLH Klaten Terjunkan 4 Tim Cek Kebersihan di 46 Lokasi

Anggota DPD RI Casytha Arriwi Kathmandu mengaku surprise dengan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan gelar budaya tersebut.

"Terus terang, ini pertama kali buat saya, mendatangi gelar budaya dengan penonton sebanyak ini. Jadi lebih spesial, karena lokasi acaranya di desa tempat saya pernah menjalani kuliah kerja nyata (KKN) pada 2008 silam," katanya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nakes di Karanganyar Mulai Divaksin Booster Kedua

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Baru Keluar dari Garasi, Brio Nyungsep ke Sungai

Kamis, 28 Juli 2022 | 20:25 WIB

Obat-obatan Senilai Rp983 Juta Kedaluwarsa

Kamis, 28 Juli 2022 | 19:52 WIB
X