Pengendalian Wabah PMK, Penutupan Pasar Hewan di Boyolali Kembali Diperpanjang

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:11 WIB
Spanduk besar terkait perpanjangan penutupan terlihat di pintu masuk Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Spanduk besar terkait perpanjangan penutupan terlihat di pintu masuk Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali kembali memperpanjang penutupan pasar hewan.

Perpanjangan berlaku 21 Juni - 4 Juli mendatang.

“Ini dilakukan sebagai upaya pengendalian wabah penyakit mulut dan kuku (PMK),” ujar Kepala UPT Pasar Hewan Disdagperin Boyolali, Sapto Hadi Darmono, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Cegah Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Karanganyar Ditutup

Dijelaskan, penutupan ini berlaku untuk seluruh pasar hewan di Kota Susu.

Keputusan penutupan pasar ini diambil berdasarkan rapat koordinasi lintas sektoral.

Pihaknya menyarankan agar jual beli hewan dilakukan secara online.

Diungkapkan, perpanjangan penutupan pasar hewan dilakukan karena perkembangan PMK di Boyolali untuk data di Disnakan setempat.

Baca Juga: Sapi yang Dibeli Peternak Solo dari Sragen Tularkan PMK

Kemudian hampir semua pasar hewan di kabupaten sekitar di Jawa Tengah ditutup.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Andalkan Biogas, Warga Urutsewu Tak Perlu Beli Gas Melon

Minggu, 25 September 2022 | 05:15 WIB

Penemuan Mayat Kagetkan Warga Desa Pelem, Kecamatan Simo

Sabtu, 17 September 2022 | 13:42 WIB
X