Sapi Suspect PMK di Karanganyar Sebanyak 270-an Ekor, Tiga Ekor Anak Sapi Mati

- Selasa, 21 Juni 2022 | 19:10 WIB
Petugas mengecek kondisi sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Karangpandan, beberapa waktu lalu. Dua sapi di Jumapolo tunjukkan gejala PMK. (SMSolo/Irfan Salafudin)
Petugas mengecek kondisi sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Karangpandan, beberapa waktu lalu. Dua sapi di Jumapolo tunjukkan gejala PMK. (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Sapi di Karanganyar yang suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) mencapai 270 ekor.

Sementara tiga ekor anak sapi mati karena induknya suspect PMK dan tidak bisa menyusui.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Siti Maesyaroh mengatakan, sapi yang suspect PMK ada di enam kecamatan, yakni Tawangmangu, Jumapolo, Tasikmadu, Kebakkramat, Jaten dan Mojogedang.

Baca Juga: Terjangkit PMK, 10 Ekor Sapi Di Sukoharjo Dipotong Paksa

"Secara persentase, angka yang suspect PMK itu relatif kecil, dibandingkan populasi sapi di Karanganyar yang mencapai 7 ribuan ekor. Tapi tetap diwaspadai," katanya, Selasa (21/6).

Dia meminta agar peternak tidak gelisah dan panik. Sebab, sapi yang sembuh juga banyak.

"Yang jelas, jika ada sapi yang sakit dengan suhu badan di atas 39 derajat Celcius dan mulutnya mengeluarkan air liur berlebih, harus segera dikarantina. Dipisahkan, agar tidak menular ke sapi yang sehat," ujarnya.

Baca Juga: Warga Gedongan Geruduk Kantor Bupati Karanganyar, Tuntut Penutupan Kafe Black Arion

Untuk sapi yang punya anak dan suspect PMK atau sakit, jika tidak bisa menyusui anaknya, juga harus diambil tindakan segera. Antara lain memberikan susu pada anak sapi itu dengan menggunakan dot.

Pemerintah, lanjut Siti, terus berupaya mengatasi wabah PMK. Antara lain dengan memberi bantuan obat-obatan dan vitamin.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X