Lulus Kursus, Siswa LKP Tunjukkan Kemampuan di Ajang Gelar Karya

- Rabu, 22 Juni 2022 | 20:01 WIB
Para model menunjukkan hasil karya tata rias pengantin dan tata kecantikan rambut dari siswa LKP, dalam Gelar Karya Siswa Didik Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2022 "Rias Pengantin Showcase" di Atrium Hall Palur Plaza, Rabu (22/6). (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)
Para model menunjukkan hasil karya tata rias pengantin dan tata kecantikan rambut dari siswa LKP, dalam Gelar Karya Siswa Didik Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2022 "Rias Pengantin Showcase" di Atrium Hall Palur Plaza, Rabu (22/6). (SMSolo/Irfan Salafudin) (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Puluhan model cantik, dengan tata rias dan busana glamour ala pengantin, berlenggok di atas catwalk.

Musik syahdu pun menyeruak, mengiringi para model itu berjalan di depan penonton acara Gelar Karya Siswa Didik Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2022 "Rias Pengantin Showcase" di Atrium Hall Palur Plaza, Rabu (22/6).

Ya, para model itu sedang menunjukkan hasil karya 25 siswa tata rias pengantin Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sanggar Seni Kembang Lawu dan 20 siswa tata kecantikan rambut dari LKP Wahyu Manunggal.

Baca Juga: Viral, Tak Pakai Helm saat Lewat jalan Persawahan di Sukoharjo, Pengendara Motor Dikirimi Tilang

Gelar karya itu adalah presentasi dari siswa, setelah menempuh pendidikan selama 38 hari atau 150 jam pelajaran di dua LKP tersebut.

Mereka adalah siswa yang ikut program PKW 2022 yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Baca Juga: Dua Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca di Prambanan Ditangkap di Pacitan

Acara itu menjadi penanda kelulusan siswa didik dari program tersebut, yang menunjukkan bahwa mereka telah menguasai ilmu dan siap mengaplikasikannya melalui jalur wirausaha.

Pimpinan LKP Sanggar Seni Kembang Lawu Elfitriany Kusumawati mengatakan, dalam program PKW, siswa mengikuti pelatihan secara gratis dan mendapatkan modal usaha di akhir pendidikan.

"Biaya pendidikan didanai Kemendikbud Ristek melalui Ditjen Vokasi. Sesuai kurikulum, pelatihan berlangsung dalam 150 jam pelajaran. Untuk modal usaha yang diberikan berupa alat dan perlengkapan kerja, sesuai pendidikan yang ditempuh," katanya, didampingi Pimpinan LKP Wahyu Manunggal Andranita Dian Kus Hartanti, ditemui di sela acara.

Baca Juga: Pura-pura Minta Ditunjukkan Google Map, Dua Jambret Rebut dan Bawa Kabur HP

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X