Ikrar Kongres Sampah II : Pengelolaan Sampah Harus Jadi Janji Politik Calon Pemimpin

- Minggu, 26 Juni 2022 | 20:47 WIB
Prof Suratman menyerahkan ikrar Kongres Sampah II kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu.  (SMSolo/Merawati Sunantri)
Prof Suratman menyerahkan ikrar Kongres Sampah II kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pengelolaan sampah harus menjadi perhatian penting pemimpin masa depan.

Bahkan, calon pemimpin harus menjadikan pengelolaan sampah sebagai janji politiknya.

Poin itu menjadi salah satu penekanan dalam pembacaan ikrar masyarakat gotong royong pentahelix yang disepakati seluruh peserta Kongres Sampah II 2022 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kongres Sampah II 2022 di Prambanan Hasilkan Enam Rekomendasi

Ikrar dibacakan Prof Suratman dari UGM Yogyakarta, ditirukan seluruh peserta kongres menjelang penutupan. Kongres digelar di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu-Minggu (25-26/6/2022).

Ikrar ditandatangani wakil pemerintah, akademisi Prof Suratman, komunitas peduli lingkungan, dunia usaha dan unsur media.

Kemudian diserahkan Suratman kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Peni Rahayu.

Baca Juga: Di Balik Bau Menyengat TPA Putri Cempo, Banyak Warga Gantungkan Hidup dari Memulung

‘’Saya merinding melihat semangat pegiat peduli sampah, yang tetap bertahan di lokasi hingga penutupan kongres. Semoga, tekad kita semua bisa membawa pengaruh besar dalam pengelolaan sampah di Jawa Tengah,’’ kata Peni Rahayu.

Ada 5 butir ikrar yang dibacakan, pertama bergotong royong, berkolaborasi mewujudkan desa mandiri sampah.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Kaget, Ada 33 Desa Miskin Ekstrem di Klaten

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:46 WIB
X