Kasus Kematian Ridwan, Pengaruh Miras Membuat AH Bertindak Tak Terkendali

- Rabu, 16 Juni 2021 | 23:08 WIB
Ilustrasi.(pikiran-rakyat.com) (Irfan Salafudin)
Ilustrasi.(pikiran-rakyat.com) (Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com. Proses penyidikan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Ridwan, warga Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, masih terus bergulir.

Polres Karanganyar masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, setelah dilakukan otopsi terhadap jenazah remaja 19 tahun tersebut pada 27 Mei lalu.

Selain itu, Polres juga telah melakukan rekonstruksi kasus, yang dilakukan belum lama ini.

Dari rekonstruksi tersebut, diketahui bahwa pelaku awalnya hanya ingin memberi pelajaran terhadap korban.

Baca Juga: Nglurug, Peternak Ayam Asal Blitar Gelar Aksi di Solo

Namun karena pengaruh minuman keras, tindakannya menjadi tidak terkontrol. Hingga penganiayaan yang dilakukan terhadap korban, berujung pada kematian.

Sekadar mengingatkan, jenazah Ridwan ditemukan di bawah Jembatan Tugu, perbatasan wilayah Jumantono-Polokarto, pada 17 Mei lalu.

Dugaan awal, korban mengalami kecelakaan tunggal. Namun dari serangkaian penyelidikan, terungkap bahwa korban meninggal karena dianiaya.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito mengatakan, dari penyidikan yang dilakukan, sejauh ini ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Joss..Pendataan SDGs Wonogiri Tercepat Se-Indonesia

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Gardal, Ormas yang Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 24 Januari 2022 | 21:15 WIB
X