Antisipasi PMK, Peternak Sapi di Boyolali Gunakan Jamu Herbal

- Selasa, 28 Juni 2022 | 13:42 WIB
Petugas Disnakan Boyolali menyuntikkan vaksin PMK pada ternak sapi di Desa Samiran, Kecamatan Selo.    (SMSolo/Joko Murdowo)
Petugas Disnakan Boyolali menyuntikkan vaksin PMK pada ternak sapi di Desa Samiran, Kecamatan Selo. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) memukul para peternak sapi, baik sapi perah maupun sapi potong. Mereka pun melakukan berbagai upaya untuk mengobati sapi yang sakit.

Aryanto misalnya. Peternak di Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari ini mengaku memiliki 20 sapi potong. Namun, separo diantaranya terkena PMK. Dia pun sempat kebingungan karena sapi- sapi tersebut tidak mau makan.

Dia pun lalu mencari informasi untuk penyembuhannya. Tak mau bergantung pada dokter hewan, dia pun membeli vitamin maupun obat penurun panas di toko obat hewan. Obat- obat itu dia suntikkan sendiri.

Baca Juga: Beli Perlatilte dan Solar Harus Pakai Aplikasi MyPertamina

"Saya juga tetap sediakan pakan, utamanya bren dan ampas tahu. Juga tetap disediakan pakan hijauan,” katanya, Selasa (28/6).

Mulut sapi juga disemprot cairan cuka dan disinfektan. Bagian kuku dan kaki disemprot campuran betadin dan obat gosok maupun minyak angin.

Penyemprotan dimaksudkan agar luka di bagian kuku dan kaki tidak dihinggapi lalat.

Baca Juga: Pilkades PAW Desa Singopadu Panas. Salah Satu Calon Minta Buka Berkas Dibuka tapi Ditolak

Setiap pagi, kandang juga selalu dibersihkan. Dan tidak setiap orang diperbolehkan masuk kandang. Bahkan dokter atau mantra hewan pun harus disemprot disinfektan sebelum masuk kandang.

“Kami bersyukur dengan cara ini, sapi yang sakit bisa sembuh. Perlahan, sapi mau makan lagi.”

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nakes Boyolali Mulai Memperoleh Vaksin Booster Kedua

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:14 WIB
X