Surat Domisili Lebih 'Sakti' di PPDB SMP di Boyolali, Sekda Bakal Panggil Kades

- Rabu, 29 Juni 2022 | 13:57 WIB
Sekda Boyolali, Masruri. (SMSolo/Joko Murdowo)
Sekda Boyolali, Masruri. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP 2022 memang sudah usai. Namun demikian, PPDB tersebut masih menyisakan persoalan hingga kini.

Utamanya terkait penggunaan surat keterangan domisili (SKD) untuk mendaftar jalur zonasi. Seperti di SMPN 1 Cepogo dan SMPN 1 Banyudono, banyak calon peserta didik (CPD) zona 1 yang terlempar atau tak diterima karena kalah dengan SKD.

Hal tersebut diakui langsung oleh Sekda Boyolali, Masruri. Diungkapkan, ada beberapa CPD di zona 1 dan seharusnya diterima justru tergeser CPD luar zona sekolah yang menggunakan SKD. Seperti terjadi di SMPN 1 Cepogo.

Baca Juga: Ibu Kandung Bunuh Bayinya Berusia 5 Bulan dan Dibiarkan Membusukdi Kamar karena Ditinggal Gahthering

Sesuai ketentuan, seharusnya warga Desa Mliwis, Cepogo bisa diterima. Namun, tergusur karena ada CPD dengan SKD tapi berasal dari luar zona sekolah.

“Di SMPN 1 Cepogo, warga Mliwis ada yang tidak masuk, tapi warga Dukuh Tumang, Desa Cepogo malah masuk,” katanya, Rabu (28/6).

Ini terjadi lantaran Kepala Desa memberikan izin untuk keterangan domisili di desanya tersebut. Kejadian ini malah merugikan kades sendiri karena masyarakatnya yang kena.

Baca Juga: Isi Kantong ASN Bakal Tebal! Gaji ke-13 dan Tukin Cair Mulai 1 Juli

“Warganya yang seharusnya bisa masuk, malah tergeser orang lain yang bukan warganya.”

Ditambahkan, temuan CPD yang tergusur SKD terjadi SMPN 1 Cepogo dan SMPN 1 Banyudono. SKD itu dikeluarkan oleh kades setempat. Kemudian kades tersebut memberikan SKD pada CPD yang bersangkutan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nakes Boyolali Mulai Memperoleh Vaksin Booster Kedua

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:14 WIB
X