Permintaan Sapi Kurban dari Luar Daerah Berdatangan

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:05 WIB
Peternak di Boyolali memberikan makan pada sapi peliharaannya. Menjelang Idul Adha, permintaan hewan kurban meningkat. (SMSolo/Joko Murdowo)
Peternak di Boyolali memberikan makan pada sapi peliharaannya. Menjelang Idul Adha, permintaan hewan kurban meningkat. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tak menyurutkan minat untuk berkurban. Terbukti, permintaan sapi kurban dari luar kota terus meningkat.

Pengiriman sapi ke luar daerah pun harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Tercatat hingga Kamis (30/6), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali telah mengeluarkan 45 lembar SKKH.

Menurut tim medis veteriner Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Boyolali, Diah Ayu Purnamasari, ke-45 lembar SKKH diperuntukan ratusan ekor sapi. Setiap lembar SKKH bisa bervariasi jumlah sapinya.

Baca Juga: Belasan Santriwati di Beji Tumur Depok Diduga jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Ustad

Tergantung pada jumlah sapi yang dimuat atas kendaraan. “Betul, kami sudah mengeluarkan 45 lembar SKKH. SKKH ini dikeluarkan untuk para peternak dari wilayah Kecamatan Selo, Cepogo, Andong dan Simo,” katanya.

Pemberian SKKH didasarkan pada pemeriksaan fisik sapi serta hasil pengecekan suhu badan. Pemeriksaan mencakup kondisi mulut, hidung, teracak atau kaki dan pemeriksaan umum lainnya. Seperti mata, telinga, bulu dan sebagainya.

Baca Juga: Pengelola Pura Mangkunegaran Genjot Jumlah Pengunjung

Jika suhu badan sapi tinggi dan mulai terlihat leleran di mulut maka sapi dinyatakan kurang sehat. Maka pihaknya tidak berani mengeluarkan SKKH.

“Surat tersebut baru kita keluarkan kalau hasil pemeriksaan sapi benar-benar sehat. Memang, permintaan pengiriman sapi ke luar kota, seperti Jabodetabek, Semarang, Soloraya cukup banyak.” **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB
X