Pasar Hewan Prambanan Masih Sepi. Takut Sapi Kena PMK, Pilih Beli Kambing

- Rabu, 6 Juli 2022 | 20:33 WIB
Pasar Hewan Prambanan, Klaten masih terlihat sepi dibandingkan hari-hari sebelum wabah PMK.  (SMSolo/dok)
Pasar Hewan Prambanan, Klaten masih terlihat sepi dibandingkan hari-hari sebelum wabah PMK. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pada hari pasaran Rabu Pon, biasanya pasar hewan Prambanan, Klaten, dipenuhi 400-500 ekor sapi yang diperjualbelikan.

Namun pada Rabu Pon (6/7/2022), tercatat hanya 51 ekor sapi yang diperdagangkan.

Berbeda dengan blok kambing yang ramai, sejak pasar hewan dibuka kembali, 29 Juni 2022 lalu.

Baca Juga: Perpanjangan Penutupan Pasar Hewan, Disnakan Bantah Tak Berpihak pada Pedagang dan Peternak Boyolali

Sebelumnya, pasar hewan di Kabupaten Klaten ditutup selama lima pekan, untuk mengantisipasi meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sebagian orang yang ingin menunaikan ibadah kurban pun, banyak yang membeli kambing karena takut sapinya tidak sehat.

Ada pula yang memilih membeli kambing, karena tidak kebagian kelompok kurban sapi.

Baca Juga: Kecewa, Puluhan Blantik Sapi di Boyolali Datangi Pasar Hewan Jelok

‘’Dari berita-berita yang saya baca, yang kena PMK biasanya sapi, kambing malah lebih tahan. Jadi saya putuskan beli kambing saja, karena syarat kurban kan hewannya harus benar-benar sehat,’’ kata Agung (50) warga Klaten Selatan, yang tahun ini kurban kambing.

Sementara itu, tim gabungan tetap melakukan pemantauan dan pengawasan di pasar hewan Prambanan.

Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti bersama tim memeriksa kendaraan dan sapi yang masuk ke area pasar.

Baca Juga: Hari Pertama Buka, Pasar Hewan di Klaten Sepi

‘’Saat pasar hewan kembali dibuka, penjualan kambing memang langsung raman. Tapi untuk sapi masih belum 100 persen pulih. Pada hari pasaran yang lalu hanya 30 ekor, dan hari ini tercatat hanya 51 ekor sapi,’’ kata Puspo Enggar Hastuti.

Tim mencatat 51 ekor sapi itu diangkut dengan 42 kendaraan. Semua kendaraan yang masuk tak luput dari pengecekan petugas, karena sesuai SOP, hewan dari luar Klaten tidak diperbolehkan masuk ke Klaten.

‘’Hasil penyekatan tidak ada kendaraan yang diminta putar balik, semua pedagang yang diperiksa ber-KTP Klaten. Jadi bisa dipastikan ternak yang dijual semua berasal dari Klaten, tidak ada yang dari luar Klaten,’’ kata Puspo Enggar.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X