Kasus Penyimpangan Dana Bumdes Berjo, Jaksa Isyaratkan Beberapa Orang Jadi Tersangka

- Selasa, 12 Juli 2022 | 10:20 WIB
Penyidik Kejari Karanganyar isyaratkan ada sejumlah tersangka dalam kasus penyimpangan dana Bumdes Berjo. (Pixabay)
Penyidik Kejari Karanganyar isyaratkan ada sejumlah tersangka dalam kasus penyimpangan dana Bumdes Berjo. (Pixabay)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Kasus dugaan korupsi dana Bumdes Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar berdasar audit yang dilakukan inspektorat kerugiannya mencapai Rp1,1 miliar.

Penyidik Kejari Karanganyar mengisyaratkan ada beberapa tersangka dalam kasus ini.

Hasil audit atas kerugian dana Bumdes yang telah disampaikan inspektorat kepada penyidik Kejari Karanganyar tersebut dikemukakan Kajari Karanganyar Mulyadi Sajaen melalui Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Tobagus Gilang Hidayatullah, saat dikonfirmasi, Senin (11/7) sore.

Baca Juga: Barada E Tembakkan Lima Peluru ke Brigadir J

"Kerugian negara yang ditafsir berkisar Rp 1,1 miliar merupakan temuan dari proses penyelidikan internal yang dilakukan oleh inspektorat terhadap pemerintah Desa Berjo," jelas Kasi Pidsus.

Ditegaskan Gilang, uang Rp1,1 miliar yang menjadi temuan dari Inspektorat, sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi kepala desa dan untuk kegiatan pembangunan seperti sewa alat berat, pemugaran lahan parkir dan beberapa kegiatan lainnya.

Di satu sisi penyidik juga meminta inspektorat untuk melakukan audit lagi terkait adanya anggaran kurang lebih Rp 700 juta.

Baca Juga: Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Dikembalikan Lagi

Karena di dalam laporan pertanggung jawaban (Lpj), dana sebanyak itu digunakan untuk pembangunan fisik bumdes.

"Di dalam LPJ, ada anggaran Rp 700 juta untuk pembangunan fisik kantor Bumdes atau fasilitas Bumdes, makanya kami minta inspektorat untuk menelusuri itu, benar apa tidak penggunaan anggarannya," tegas Gilang.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU Karanganyar Lantik 531 PPS untuk Pemilu 2024

Selasa, 24 Januari 2023 | 21:05 WIB
X