Direktur Teknik PDAM Solo Diduga Cabuli Siswi SMA, Modusnya Usir Makhluk Gaib

- Selasa, 12 Juli 2022 | 17:51 WIB
Direktur Teknik PDAM Kota Surakarta, TAS yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap siswi SMA diamankan dan ditahan di Polresta Surakarta, Selasa (12/7/2022). (SMSolo/Sri Hartanto)
Direktur Teknik PDAM Kota Surakarta, TAS yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap siswi SMA diamankan dan ditahan di Polresta Surakarta, Selasa (12/7/2022). (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.comModus dugaan pencabulan yang dilakukan Direktur Teknik PDAM Toya Wening Solo, berinisial TAS, mulai terkuak dalam rilis penyidik Polresta Solo, Selasa (12/7/2022) sore.

TAS melakukan dugaan pencabulan terhadap korban, sebut saja bernama Bunga (bukan anak tiri seperti diberitakan sebelumnya) hingga 12 kali sepanjang Desember 2021 hingga April 2022.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, awalnya seorang ibu dan anaknya yakni Bunga yang tinggal di Serpong, Tangerang, kerap datang ke Solo dengan berbagai keperluan keluarga atau ada kegiatan lain.

Baca Juga: Gibran Minta Dugaan Pencabulan oleh Pejabat PDAM Toya Wening Solo Diusut Tuntas

Saat berada di Solo, lanjut Kapolresta, mereka bertemu tersangka dalam pertemuan antarteman lama.

Antara tersangka dan ibunya Bunga memang sudah saling kenal sejak kecil.

Lantaran sudah saling kenal, Bunga pun akhirnya dekat dengan tersangka dan bercerita sering diganggu makhluk gaib.

Tersangka rupanya menyampaikan janji bisa mengusir makhluk gaib yang sering mengganggu korban.

Baca Juga: Direktur Teknis PDAM Solo Diduga Cabuli Anak Tirinya, Anggota DPRD Bereaksi

Agar korban percaya, tersangka seolah memberikan berbagai saran termasuk melindungi korban dengan daun kelor.

Lantaran sudah terbius bujuk rayu, setiap kali bertemu Bunga di Solo, tersangka melakukan perbuatan cabul di berbagai tempat.

"Kejadian tersebut terjadi sebanyak 12 kali baik dilakukan saat keduanya berada di mobil, di kolam renang atau tempat lain," ungkap Kapolresta didampingi Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto dan perwira lainnya dalam press rilis di Polresta Solo.

Baca Juga: Direktur PDAM Solo Dicopot Gibran, Usai Terlibat Dugaan Pencabulan

Perbuatan cabul yang dilakukan tersangka, dijelaskan Ade Safri, belum sampai pada bentuk perzinaan, namun perbuatan tersangka sudah masuk dalam kategori pencabulan, terlebih lagi perbuatan tersebut terjadi di saat korban masih berusia di bawah umur.

Kasus dugaan pencabulan terhadap korban yang masih duduk di bangku SMA itu, lanjut Kapolresta, baru diusut penyidik setelah orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Surakarta pada Juni 2022.

"Guna pengusutan lebih lanjut, tersangka kami tahan sejak awal Juli 2022," terang Kapolresta.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X