Proyek Tol Yogya-Solo Akibatkan Jalan Desa Rusak Berat, Tanah Urug Diduga dari Tambang Ilegal

- Minggu, 17 Juli 2022 | 15:48 WIB
Warga menghentikan traktornya di lahan urugan proyek tol Solo- Yogya di Desa Guwokajen Kecamatan Sawit, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga menghentikan traktornya di lahan urugan proyek tol Solo- Yogya di Desa Guwokajen Kecamatan Sawit, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

Sedang pengusaha galian C ilegal dapat dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 158 UU RI nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Baca Juga: Proyek Tol Solo Yogya, 6 Bidang Tanah di Dukuh Klinggen, Boyolali Belum Dibayar

"Dalam upaya penegakkan supremasi hukum, kami minta aparat untuk menyelidiki kasus ini, apabila terbukti ditemukan pelanggaran hukum maka semua yang terlibat harus diproses.’’

Kusumo juga mendesak agar seluruh sarana yang digunakan dalam aktivitas penambangan seperti, dump truk dan alat berat pengeruk tanah, disita sebagai barang bukti selama proses hukum dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah kasus kerusakan jalan di Desa Bayat menjadi sorotan media dan viral di medsos, Plt Kepala DPUPR Klaten Suryanto, menyatakan akan mencari solusi dalam koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Tuntut Dipekerjakan di Proyek Tol Yogya-Solo, Warga Gelar Aksi Damai

Pada perkembangannya, DPUPR Klaten juga telah meminta Camat Bayat dibantu aparat TNI/Polri menutup jalan Kebon-Bayat sementara waktu, dan memasang papan penutupan sementara penambangan galian C.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X