Muscab IDI Boyolali, Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Perpecahan Organisasi

- Minggu, 17 Juli 2022 | 18:28 WIB
IDI Boyolali menggelar Musda memilih Ketua IDI 2022-2025. (SMSolo/Joko Murdowo)
IDI Boyolali menggelar Musda memilih Ketua IDI 2022-2025. (SMSolo/Joko Murdowo)

Boyolali, suaramerdeka-solo.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Boyolali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus memilih ketua untuk masa periode 2022-2025.

Kegiatan digelar di aula Lantai 4 RSI Boyolali pada Sabtu (16/7). Ketua panitia, dr Antonius Christanto, Sp.THT-KL, M.Ke menyampaikan bahwa Musca digelar setiap 3 tahun sekali. Seharusnya Muscab IDI Cabang Boyolali ini digelar tahun lalu.

“Tetapi karena pandemi Covid 19, kita baru dapat melakukan acara tersebut pada hari ini,” katanya.

Baca Juga: Menderita Komplikasi Sampai Cuci Darah, Warga Bulusulur Nekat Gantung Diri

Dijelaskan, total angota IDI Boyolali tercatat sebanyak 280, namun yang aktif ada sekitar 155. Meski ada organisasi seprofesi lain (PDSI), IDI Cabang Boyolali tetap meneguhkan semangat kebersamaan dan persatuan.

Hal itu disampaikan pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Puji Astuti dalam sambutannya.

Baca Juga: Video Pengacara Keluarga Brigadir J Tunjukkan Foto Sejumlah Luka, Beredar di Medsos

“Kita sebagai anggota IDI intinya tetap satu. Artinya dengan kita rukun itu ternyata bisa menjadikan sesuatu lebih baik,” katanya.

Pihaknya menegaskan agar IDI Boyolali tidak perlu mengikuti suasana di luar yang memang ada perpecahan.

Bahkan diyakini bahwa IDI Boyolali tetap satu dan tetap guyub. Apalagi saat ini tantangan dokter semakin berat.

Baca Juga: Proyek Tol Yogya-Solo Akibatkan Jalan Desa Rusak Berat, Tanah Urug Diduga dari Tambang Ilegal

“Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan saling bertukar energi dalam kebersamaan. Semakin guyub dan berkarakter untuk membawa IDI Boyolali menjadi lebih baik.”

Sementara, Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, dr Djoko Handojo, M.Si Med, Sp. B, Sp. B (K) Onk, FICS, dalam sambutannya menegaskan bahwa IDI tengah memperjuangkan 2 hal. Yaitu perlindungan hukum dokter dan kesejahteraan.

Perlindungan hukum kepada segenap dokter yang melakukan pekerjaannya.

“Kami ingin, rekan-rekan sejawat ini memiliki imunitas dalam menjalankan pekerjaannya sebagai dokter,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP Boyolali Target Raih 41 Kursi DPRD

Senin, 20 Maret 2023 | 15:02 WIB
X