Obat-obatan Senilai Rp983 Juta Kedaluwarsa

- Kamis, 28 Juli 2022 | 19:52 WIB
Obat-obatan berbagai jenis di Kabupaten Karanganyar senilai Rp 900 juta lebih kedaluwarsa.  (ilustrasi foto/Pexels.com)
Obat-obatan berbagai jenis di Kabupaten Karanganyar senilai Rp 900 juta lebih kedaluwarsa. (ilustrasi foto/Pexels.com)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Sejumlah obat-obatan berbagai jenis senilai Rp 983 juta di Karanganyar, memasuki masa kedaluwarsa.

Obat tersebut sudah tidak bisa diedarkan lagi dan harus segera dimusnahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar Purwanti mengatakan, obat-obatan yang kedaluwarsa tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Malam 1 Suro, 10 Warga Lencoh Bakal Larung Kepala Kerbau ke Puncak Merapi

Jenisnya beragam, mulai dari obat untuk penanganan syok anafilaktik atau kegawatdaruratan, hingga obat untuk penyakit khusus seperti HIV/AIDS, kusta, atau penyakit infeksi menular lainnya.

Menurut Purwanti, obat syok anafilaktik, sesuai standar operasional prosedur, memang harus selalu tersedia, baik dibutuhkan ataupun tidak.

Baca Juga: Kopda Muslimin Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tuanya. Diduga Menenggak Racun

"Karena syok anafilaktik butuh penanganan medis sesegera mungkin. Kegawatdaruratan. Jadi obatnya harus selalu tersedia," katanya.

Salah satu contohnya adalah obat untuk penanganan gigitan ular berbisa, yang harganya mencapai jutaan rupiah. Obat tersebut harus selalu tersedia di layanan kesehatan seperti rumah sakit.

Baca Juga: Hukuman Sosial, Pelaku Vandalisme di Boyolali Harus Menghapus Coretannya

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CFD Colomadu Dimulai, Ribuan Warga Menyemut

Minggu, 25 September 2022 | 16:46 WIB
X