Malam 1 Suro, Warga Selo Larung Kepala Kerbau di Puncak Merapi

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:59 WIB
Warga lereng Gunung Merapi menggelar Upacara Sedekah Gunung Merapi dengan membawa Kepala kerbau untuk dilarung di puncak Merapi, Jumat (29/7/2022) malam. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga lereng Gunung Merapi menggelar Upacara Sedekah Gunung Merapi dengan membawa Kepala kerbau untuk dilarung di puncak Merapi, Jumat (29/7/2022) malam. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Masyarakat kawasan lereng Gunung Merapi menggelar upacara "Sedekah Gunung Merapi" pada malam 1 Suro. Acara dilakukan dengan melarung satu kepala kerbau di puncak Merapi.

Tradisi cara pada Jumat (29/7) malam itu diawali dengan kirab kepala kerbau menuju Pendopo Joglo Merapi.

Tradisi sedekah gunung tersebut dilakukan setiap tahun pada malam 1 Suro, untuk memohon keselamatan agar masyarakat yang bermukim di sekitar gunung Merapi terhindar dari berbagai bencana alam yang muncul akibat gunung tersebut.

Baca Juga: Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo, Ganjar-Gibran Tapa Bisu dan Tanpa Alas Kaki

Selain itu sebagai rasa syukur akan hasil pertanian yang baik. Sebelum di larung, kepala kerbau dan sesajian didoakan oleh ketua adat masyarakat setempat.

Menurut Martono Paiman, ketua adat Desa Lencoh, larung sesaji Merapi ini dengan maksud meminta kepada Tuhan agar warga disekitar lereng Merapi diberi keselamatan, ketentraman. Dan dijauhkan dari bahaya gunung Merapi.

Baca Juga: Korban Guru Spiritual Bejat di Ngawi Diduga Mencapai Puluhan Anak Di Bawah Umur

"Karena itu semua warga masyarakat ini melaksanakan ritual sedekah gunung Merapi ini," katanya sebelum acara dimulai.

Kepala kerbau yang akan dilarungkan ditandu menuju ke kawah di puncak Merapi yang berjarak sekitar empat kilometer.

Baca Juga: Jumlah TKI yang Disekap di Kamboja Sebanyak 60 orang

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X