Awas! Jangan Bawa Kayu Nangka dan Bambu Keluar Dukuh Sidotopo

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:39 WIB
Warga menggelar kenduri di Pendopo Pertapan Nongko Prodo Dukuh Sidotopo Desa Cabeyan Kunti, Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga menggelar kenduri di Pendopo Pertapan Nongko Prodo Dukuh Sidotopo Desa Cabeyan Kunti, Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Sekilas, tak ada keanehan di Dukuh Sidotopo Desa Cabeankunti Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Laiknya dukuh lain di kawasan lereng Merapi dan Merbabu, mayoritas warganya bertani dan beternak sapi.

Meski demikian, ada pantangan yang tak berani dilanggar warga setempat. Ya, pantangan itu adalah warga dilarang membawa batang atau bagian pohon nangka dan bambu keluar dukuh tersebut.

Baca Juga: Anggoro Kasih di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo. Warga Bersih-bersih dan Gelar Kenduri

Jika dilanggar, diyakini orang tersebut akan mengalami celaka, kendati yang dibawa hanya potongan kecil kayu atau bambu.

“Ya, benar pantangan itu masih dipercaya warga hingga saat ini,” ujar Sekdes Cabeankunti, Sulistyo, Rabu (3/8/2022).

Hal itu dibuktikan saat warga membangun pendopo di Pertapan Nongko Prodo. Situs tersebut berada di pinggiran dukuh dan diyakini menjadi tempat bertapa Nogotopo. Pendopo dibangun menggunakan tiang dari kayu nangka.

Baca Juga: Sikat Innova, Kuli Pasar Sayur Cepogo Ditangkap Polisi

“Semua kayunya semua diperoleh dari warga. Sudah tak terpakai dan disimpan saja, jadi warga malah senang kayu tersebut digunakan untuk membangun pendopo di Pertapan Nongko Prodo.”

Bagaimana jika nekat melanggar pantangan tersebut ?

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kirab Budaya di Desa Sidomulyo, Ampel Boyolali, Meriah

Jumat, 9 September 2022 | 13:59 WIB
X