Tungguk Tembakau, Tandai Panen Tembakau di Lereng Merapi- Merbabu

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:25 WIB
Gunungan tembaku dikirab melewati sejumlah dukuh di Desa Senden, Kecamatan Selo menandai tradisi Tungguk Tembakau. (SMSolo/Joko Murdowo)
Gunungan tembaku dikirab melewati sejumlah dukuh di Desa Senden, Kecamatan Selo menandai tradisi Tungguk Tembakau. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Tradisi tungguk tembakau digelar masyarakat Desa Senden, Kecamatan Selo, Kamis (4/8). Kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan petik tembakau pertama.

Acara diawali dengan kirab gunungan, baik gunungan tembakau maupun gunungan tumpeng lengkap dengan lauk pauk serta ingkung ayam. Gunungan dikeluarkan oleh setiap pedukuhan di Desa Senden, Selo.

Sebelum kirab, dilakukan petik tembakau oleh Bupati Boyolali, M Said Hidayat.

Baca Juga: Usai Ditelepon 'Pegawai Bank' Gadungan, Saldo Rekening Warga Pokoh Kidul Wonogiri Hilang Rp 33,6 Juta

Dilanjutkan kirab gunungan dari makam Syeh Kerto Muhammad yang dipercaya sebagai cikal bakal Desa Senden ke dukuh terdekat.

Kirab mendapat sambutan meriah masyarakat. Bahkan, tak sedikit warga luar Desa Senden, maupun luar Kecamatan Selo datang untuk melihat kemeriahan tradisi tersebut. Acara juga diisi dengan pameran UMKM.

Baca Juga: Mahfud MD: Kasus Brigadir J Bukan Kasus Kriminal Biasa dan Saya Pegang Catatan

Menurut Kaur Kesra Desa Senden, Selo sekaligus pendamping Budaya Desa, Puryanto, tradisi tungguk tembakau merupakan prosesi ritual untuk memulai panen tembakau.

Prosesi ini sudah berjalan bertahun-tahun dan dilestarikan oleh masyarakat.

“Awalnya pelaksanaan tungguk tembakau dilakukan perorangan. Namun, sejak 2016 lalu, dikemas sedemikian rupa laiknya festival,” katanya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kirab Budaya di Desa Sidomulyo, Ampel Boyolali, Meriah

Jumat, 9 September 2022 | 13:59 WIB
X