Dua Pasien RSJD Solo yang Meninggal Saat Kebakaran Tidak Diikat dan Dirawat di Ruang Isolasi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:15 WIB
Ruang Puntadewa yang menjadi lokasi kebakaran RSJD Solo.  (SMSolo/Dok)
Ruang Puntadewa yang menjadi lokasi kebakaran RSJD Solo. (SMSolo/Dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak dua pasien Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Solo meninggal saat kebakaran melanda rumah sakit tersebut, Jumat (5/8/2022).

Keduanya adalah pasien baru RSJD yang dirawat di ruang isolasi psikiatri Ruang Puntadewa.

“Ruangan itu untuk merawat pasien akut laki-laki. Namanya pasien akut, dia masih gaduh gelisah atau istilahnya ngamukan. Biasanya difiksasi atau restrain (diikat),” beber Kabag Umum RSJD dr Arif Zainuddin, Joko Mulyono.

Baca Juga: Material di Proyek Masjid Sriwedari Diangkut Menggunakan Truk Tronton Malam-malam, Mau Dibawa Kemana?

Saat kejadian, imbuh dia, ruang Puntadewa tengah ditempati 18 pasien. Sebanyak sembilan pasien dirawat di ruangan sisi timur dan sisanya di ruangan sisi barat.

“Di sisi timur, ada ruang ruang isolasi psikiatri. Namanya Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP). Ada dua pasien yang dirawat di ruangan itu, sementara 16 pasien lainnya di luar ruang isolasi.”

Baca Juga:  Saat Tangani Kebakaran yang Tewaskan Dua Pasien, RSJD Solo Klaim Sudah Terapkan SOP

Kedua pasien yang dirawat di ruang isolasi inilah, yang disebut Joko tak bisa diselamatkan petugas saat kebakaran. Namun ia memastikan, kedua pasien itu tidak diikat selama dirawat.

“Kami hanya menjaga mereka di ruang UPIP yang terpisah. Tapi mereka tidak diikat. Hanya saja ruangan itu ruangan replikasi, di mana temboknya juga dilapisi spons untuk mencegah pasien membahayakan diri mereka sendiri,” urai Joko.

Baca Juga: Ini Sejarah RSJD Solo yang Dulu Bernama Mangunjayan

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Sejarah RSJD Solo yang Dulu Bernama Mangunjayan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:21 WIB

Inilah Keutamaan-keutamaan Puasa Asyura

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:45 WIB
X