Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Berpolemik, Sandiaga Uno Buka Ruang Diskusi

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:30 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno di sela-sela pembukaan International Wellness Tourism Conference & Festival di Hotel Alila Solo, Jumat (5/8/2022).  (SMSolo/Dok Humas Pemkot Solo)
Menparekraf Sandiaga Uno di sela-sela pembukaan International Wellness Tourism Conference & Festival di Hotel Alila Solo, Jumat (5/8/2022). (SMSolo/Dok Humas Pemkot Solo)

 SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kenaikan harga tiket Taman Nasional (TN) Komodo dari Rp 200 ribu menjadi Rp 3,75 juta terus menuai penolakan warga dan pelaku wisata di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah beralasan, kenaikan tiket itu bertujuan untuk melindungi satwa komodo dari kepunahan.

Berkaitan dengan kebijakan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait, guna membahas destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo.

Baca Juga: Protes Tarif, Pelaku Wisata di Labuan Bajo akan 'Lockdown' Selama Agustus. Yang Nekat Buka akan Dibakar

”Narasi yang dibangun pemerintah adalah destinasi super prioritas Labuan Bajo bisa dikenal di seluruh dunia. Makanya penting ada sosialisasi dan edukasi untuk membuat narasi terkait Taman Nasional Komodo ini menjadi baik,” kata Sandiaga di sela-sela pembukaan International Wellness Tourism Conference & Festival di Hotel Alila Solo, Jumat (5/8/2022).

Untuk itu, lanjut Sandiaga, pemerintah memutuskan membuka ruang diskusi untuk mencari solusi agar pariwisata di Labuan Bajo dan wilayah lain bisa membuka peluang kebangkitan ekonomi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Material di Proyek Masjid Sriwedari Diangkut Menggunakan Truk Tronton Malam-malam, Mau Dibawa Kemana?

“Kami terus monitor dan memantau. Ada tim task force yang menampung dan memantau seluruh aspirasi masyarakat.”

Sandiaga mengaku juga akan memantau apakah ada penurunan kunjungan wisatawan ke TN Komodo maupun pertanyaan publik yang belum terjawab.

Baca Juga: Dua Pasien RSJD Solo yang Meninggal Saat Kebakaran Tidak Diikat dan Dirawat di Ruang Isolasi

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Sejarah RSJD Solo yang Dulu Bernama Mangunjayan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:21 WIB

Inilah Keutamaan-keutamaan Puasa Asyura

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:45 WIB
X