Nasib Malang BW, Diusir Keluarga hingga Nekat Tinggal di Makam

- Senin, 8 Agustus 2022 | 14:27 WIB
M Ikhsan, amil kontrak bagian SDM dan administrasi umum Baznas Boyolali menunjukkan ayat- ayat suci dalam Al Quran kepada BW.  (SMSolo/Joko Murdowo)
M Ikhsan, amil kontrak bagian SDM dan administrasi umum Baznas Boyolali menunjukkan ayat- ayat suci dalam Al Quran kepada BW. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Kasus BW (16), remaja yang sempat tidur dua bulan di makam sudah ada titik terang. Pemkab Boyolali bakal membiayai kursus mesin, kebutuhan hidup dan tempat tinggal bagi BW.

Namun demikian, upaya penelusuran asal BW tetap dilakukan. Hasil penelusuran yang dilakukan Satpol PP Boyolali membuahkan hasil.

BW berasal dari Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Dia anak bungsu dari lima bersaudara. Kedua orang tuanya sudah meninggal.

Baca Juga: Terkait Kasus BW, Penanganan Diambil Alih Pemkab Boyolali

“Namun, dia sudah tak pernah kontak dengan saudaranya,” ungkap Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, Senin (8/8/2022).

Nasib malang dialami BW. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi. Namun kemudian ayahnya juga meninggal.

Setelah lulus SD, BW lalu ikut dengan budhenya. Namun hanya dua bulan karena budhenya juga meninggal.

“Anak itu lalu diminta pergi oleh pakdhenya. Sempat ikut kakaknya di Solo, namun tidak betah dan kemudian pergi,” tutur Tri Joko Mulyono.

Baca Juga: Nakes Boyolali Mulai Memperoleh Vaksin Booster Kedua

BW lalu hidup di jalanan karena tak memiliki tempat tinggal. Sempat mencoba bekerja di tempat cucian mobil dan tambal ban, namun dua bulan bekerja tak dibayar.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Andalkan Biogas, Warga Urutsewu Tak Perlu Beli Gas Melon

Minggu, 25 September 2022 | 05:15 WIB
X