Antisipasi Kekeringan, Pemkab Boyolali Siapkan Anggaran Rp 200 Juta

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:12 WIB
Kalakhar BPBD Widodo Munir.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Kalakhar BPBD Widodo Munir. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali menyiapkan anggaran Rp 200 juta guna mengantisipasi kekurangan air bersih di musim kemarau ini.

Dana tersebut diplot untuk pengadaan air bersih di enam kecamatan yang rawan air bersih.

Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Widodo Munir, Boyolali telah menetapkan Darurat kekeringan sesuai SK Bupati nomor 360/551 tahun 2022.

Baca Juga: Bupati Boyolali akan Cabut SK Siaga Darurat Kekeringan Akhir Oktober

Boyolali siaga keadaan darurat bencana kekeringan selama tiga bulan mendatang, terhitung 1 Agustus sampai 1 November mendatang.

“Kami siap dropping air bersih yang akan dilakukan satu pintu melalui BPBD Boyolali,” katanya, Jumat (12/8/2022).

Dia menjelaskan, sesuai Ketetapan Bupati, ada enam wilayah yang masuk daerah darurat kekeringan.

Baca Juga: Sumur Baru PDAM Mampu Aliri 1.650 Pelanggan di Wilayah Kekeringan Jenar dan Tangen

Yakni Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamudro, Musuk dan Tamansari. Daerah rawan kekeringan ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

“Seperti Andong dan Selo saat ini tidak masuk daerah rawan kekeringan,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Andalkan Biogas, Warga Urutsewu Tak Perlu Beli Gas Melon

Minggu, 25 September 2022 | 05:15 WIB
X