Rutan Solo akan Disulap Jadi 'Pabrik' Garmen Melibatkan Warga Binaan. Pelatihnya Menjahit, Deg-degan

- Minggu, 27 Juni 2021 | 19:39 WIB
Warga binaan Rutan Kelas I Surakarta mendapat pelatiham menjahit. (SMSolo/dok)
Warga binaan Rutan Kelas I Surakarta mendapat pelatiham menjahit. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Rutan Kelas 1 Surakarta yang biasanya difungsikan untuk tahanan dan narapidana (napi), akan disulap menjadi "pabrik" garmen.

Langkah tersebut dilakukan setelah pihak rutan menggandeng Industri Garmen PT Amura Pratama yang berada di Makassar untuk mempekerjakan para napi maupun tahanan.

Untuk mempersiapkan pesanan, mulai pada Juli 2021, pihak rutan memberikan kesempatan bagi 50 warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai pekerja dan mendapatkan upah.

Baca Juga: Ditemukan Telungkup, Seorang Pria Diduga Dibunuh di Purwantoro

50 warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan menjahit dari Balai Diklat Industri (BSI) Yogyakarta selama 18 hari. Mulai Selasa (22/6/2021).

Kepala Rutan Urip Dhama Yoga menyebut, langkah itu sebagai upaya memberdayakan ekonomi kerakyatan di dalam rutan.

"Warga binaan yang memiliki kemampuan menjahit, tentunya akan menerima upah sehingga dapat meringankan ekonomi keluarganya yang berada di rumah," jelas Karutan saat dikonfirmasi, Minggu (27/6/2021).

Kasi Pelayanan WBP Rutan, David Sapto Aji mengemukakan, sebanyak 50 WBP mengikuti proses pelatihan bagaimana cara mengoperasionalkan mesin jahit di ruangan Bimbingan Kerja.

Baca Juga: Lurah Positif Covid-19, Pelayanan Kantor Kelurahan Mojosongo, Solo Dihentikan

Selain dipersiapkan untuk menerima pesanan, latihan juga sebagai bekal di masa mendatang setelah bebas menjalani hukuman. Pemberdayaan tersebut sebagai persiapan untuk mewujudkan kerja sama dalam memproduksi industri garmen di dalam Rutan.

Dimana PT Amura Pratama yang menerima order dari pihak ketiga atau customer.

“Rutan produktif menjadi target kami, para narapidana dapat menerima manfaat dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan," terang David.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan lahan yang akan dipakai untuk memproduksi industri garmen, ruangan bimbingan kerja akan dibuat seperti ruang produksi garmen. Untuk peralatan produksi sudah dipersiapkan PT Amura Pratama.

Pelatih Balai Diklat Industri, Suheni mengaku deg-degan melatih menjahit para narapidana. Meski sudah cukup pengalaman menjadi seorang pelatih menjahit, dia baru pertama kali melatih para napi di dalam rutan.

"Ada perasaan deg-degan tapi bangga juga karena cukup banyak narapidana yang berminat mengikuti pelatihan sehingga menjadi penjahit yang berkompeten untuk menerima order yang telah dijadwalkan,” paparnya.

Suheni menambahkan selama 18 hari ke depan, para WBP diajari menjadi operator garmen sesuai kondisi di lokasi industri. Sehingga faktor keselamatan dan keamanan selama bekerja juga menjadi materi awal. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Solo Butuh Tambahan Vaksin Booster 70 Ribu Dosis

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:52 WIB

Alumni Bintara ZED-STP Berbagi Paket Sembako

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:48 WIB

Kakorlantas Polri Temui Gibran di Solo. Ada Apa?

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:36 WIB

Cegah Napi Pesta Narkoba, Rutan Gandeng BNNK Surakarta

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:48 WIB

Jukir di Solo Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Senin, 10 Januari 2022 | 05:30 WIB

Perawatan Gagal Jantung Jadi Unggulan RS UNS

Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:30 WIB
X