Tahlilan Ki Manteb Hanya Dihadiri Keluarga, Tetangga dan Kru Pengrawit

- Kamis, 8 Juli 2021 | 20:22 WIB
Pengrawit memainkan langgam karya Ki Manteb Soedharsono, usai tahlilan memperingati tujuh hari meninggalnya Sang Dalang, Rabu (7/7) malam. Gambar diambil dari tangkapan layar tayangan video di channel Youtube Ki Manteb Soedharsono. (SMSolo/dok)
Pengrawit memainkan langgam karya Ki Manteb Soedharsono, usai tahlilan memperingati tujuh hari meninggalnya Sang Dalang, Rabu (7/7) malam. Gambar diambil dari tangkapan layar tayangan video di channel Youtube Ki Manteb Soedharsono. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Sudah sepekan Ki Manteb Soedharsono berpulang. 

Rabu (7/7/2021) malam, keluarga, sejumlah tetangga dan pengrawit serta sinden yang biasa mengiringinya mendalang, menggelar tahlilan, memperingati tujuh hari meninggalnya Sang Dalang di Sanggar Bima di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan.

Sanggar Bima adalah sanggar yang kerap digunakan Ki Manteb untuk pentas maupun latihan, yang terletak persis di samping kediamannya.

Baca Juga: Isolasi Mandiri di Rumah Tak Efektif, 14 Pasien OTG di Boyolali Dikirim ke AHD

Tak hanya memanjatkan doa untuk arwah dalang, karena usai tahlilan, kru pengrawit memainkan enam langgam karya Sang Maestro.

Hal itu dilakukan untuk mengenang karya Ki Manteb, yang semasa hidupnya sangat memerhatikan kelestarian wayang kulit dan kesenian tradisional lainnya.

Ade Irawan, keponakan almarhum mengatakan, acara hanya dihadiri keluarga, beberapa tetangga dan kru pengrawit dan sinden.

"Tidak mengundang masyarakat umum. Acara dimulai selepas Isya," kata Sekretaris Desa Doplang ini.

Acara berlangsung khidmat. Usai tahlilan, kru pengrawit memainkan sejumlah langgam karya Ki Manteb. Dimainkannya langgam karya Ki Manteb itu inisiatif keluarga dan pengrawit.

"Untuk mengenang karya beliau," jelasnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Gardal, Ormas yang Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 24 Januari 2022 | 21:15 WIB
X