Upaya Pemkab Sukoharjo Bantu Petani, Luncurkan SE Imbauan Beli Beras Sukoharjo Bagi ASN

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 15:44 WIB
Pemkab Sukoharjo luncurkan Gerakan Membeli Beras Sukoharjo bagi ASN untuk bantu petani lokal.  (SMSolo/Heru S)
Pemkab Sukoharjo luncurkan Gerakan Membeli Beras Sukoharjo bagi ASN untuk bantu petani lokal. (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Dalam rangka membantu petani di Kabupaten Sukoharjo, khususnya dalam pemasaran beras lokal, ASN di Sukoharjo diimbau membeli produk beras lokal.

Imbauan itu tertuang dalam SE Sekda Sukoharjo tentang Gerakan Membeli Beras Sukoharjo tertanggal 8 Agustus 2022.

Dalam SE tersebut dijelaskan, beras yang dijual adalah beras premium dengan harga Rp 11 ribu per kilogram. Pembelian dilakukan dengan cara potong gaji dan tidak ada paksaan.

Baca Juga: Siswi yang Terjun ke Bengawan Solo Ditemukan di Sekitar Jembatan Serenan

Potong gaji dilakukan karena sekarang ini gaji ASN sudah langsung ke atas nama rekening pribadi. Sekda Sukoharjo Widodo mengatakan, tujuan utama Gerakan Membeli Beras Sukoharjo bagi ASN ini adalah dalam rangka membantu dan menyerap produk gabah petani Sukoharjo.

Terlebih saat ini beras surplus. Sehingga untuk membantu penyerapan bagi petani ada gerakan tersebut.

Baca Juga: Belum Lebaran, Masyarakat di Boyolali Ramai-ramai Tukar Uang Baru. Ada Apa?

"Ini sifatnya imbauan tidak ada kewajiban. Tujuannya jelas agar hasil petani di Kabupaten Sukoharjo semakin dikenal dan membantu petani. Jadi program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah pada petani," jelas Sekda.

Dijelaskan, stok beras di Kabupaten Sukoharjo tahun 2021 sebanyak 184.449 ton dan kebutuhannya 80.217 ton. Sehingga ada surplus sebanyak 104.232 ton. Padahal produksi padi terus digenjot dengan hadirnya program IP 400.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Mantu. Ilyas Sah Nikahi Putri, Padukan Adat Jawa dan Melayu

Artinya ke depan, surplus beras di Sukoharjo akan lebih besar lagi dibandingkan dengan tahun 2021.

"Sekali lagi ini adalah murni upaya pemerintah untuk membantu petani dalam memasarkan produk petani. Kenapa harus ASN, karena ASN juga bagian dari pemerintah jadi tidak ada salahnya ikut membantu para petani," imbuhnya.

Baca Juga: Info Lalu Lintas Solo. Palang Joglo Landai, Kendaraan Berat Tetap Melintas

Di samping itu, bagi ASN yang gajinya sudah minus, kata Sekda, dipersilahkan untuk tidak mengambil beras tersebut. "Tidak ada paksaan, tidak ada kewajiban sifatnya adalah imbauan," tegas Sekda.

Terkait dengan isu monopli karena hanya ada satu CV Semangat Baru yang melayani pembelian, Sekda mengatakan, secara teknis lebih memudahkan dalam pelayanan serta kontrol kualitas beras.

Baca Juga: Membakar Sampah Untuk Usir Ular, Malah Membakar Tumpukan Ban Bekas dan Nyaris Membakar Rumah

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pabrik Plastik di Grogol Sukoharjo Terbakar

Minggu, 19 Maret 2023 | 07:49 WIB

Siswa SMPN 1 Grogol Kesurupan di Dalam Kelas

Sabtu, 18 Maret 2023 | 12:51 WIB
X