Warga Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo Gelar Ritual Tepaknata Susuhangin. Tradisi Apa itu? Ini Dia Maknanya

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 13:22 WIB
Warga membawa sesaji dan jajanan tradisional dalam kirab menuju situs Tepak nata di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga membawa sesaji dan jajanan tradisional dalam kirab menuju situs Tepak nata di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Upaya menjaga kelestarian situs Tepak Nata PB X serta Susuhangin dilakukan warga Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Minggu (28/8).

Yaitu dengan menggelar acara tradisi Ngluri Bekti Hangreksa Tepaknata Susuhangin.

Acara diawali dengan kirab budaya dari rumah warga Desa Sumbung menuju lokasi situs yang berjarak 2 km. Kirab juga disertai dengan aneka jajanan tradisional. Kirab mendapat sambutan masyarakat.

Baca Juga: Foto Ganjar Pranowo Makan Bareng Ferdy Sambo Beredar

Setelah itu dilakukan ritual ziarah di situs tepak nata. Suasana terasa sacral karena kabut terus turun saat acara berlangsung.

Acara kemudian diakhiri ngalap berkah, dimana pengunjung rebutan jajanan atau makanan tradisional.

Dalam waktu singkat, aneka makanan tersebut ludes diperebutkan warga. Mereka percaya, jika mendapatkan makanan yang diperebutkan maka rezekinya akan melimpah.

Baca Juga: Kali Pepe Land Fasilitasi Pedagang UMKM untuk Berjualan

Acara sekaligus sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki yang diterima masyarakat.

Menurut panitia, Sarsito, ritual Ngluri Bekti Hangreksa Tepaknata Susuhangin digelar masyarakat Dukuh Sendang, Sanggar Budaya Pratjimoharjo, komunitas Anagata Merapi, serta kelompok masyarakat yang peduli terhadap Tepaknata.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X