Dokumen Tidak Lengkap, 97 Kendaraan Diputar Balik di Prambanan Perbatasan Jateng-DIY

- Jumat, 9 Juli 2021 | 18:26 WIB
Polres Klaten bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kendaraan yang hendak masuk Klaten di Pos Prambanan.(SMSolo/Merawati S)
Polres Klaten bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan kendaraan yang hendak masuk Klaten di Pos Prambanan.(SMSolo/Merawati S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Total ada 286 kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Klaten diperiksa oleh tim gabungan di Pos Penyekatan Prambanan, Klaten, Jumat (9/7/21) mulai pukul 07.00-10.00 WIB.

Dari jumlah itu, ada 97 kendaraan yang terpaksa diputar balik karena tidak tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin, surat keterangan kerja dan hasil swab negatif. Kendaraan itu terdiri atas 49 mobil pribadi, 21 angkutan barang dan 27 sepeda motor.

Dari pantauan di lokasi, petugas mulai melakukan penyekatan pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Sejumlah kendaraan yang melintasi perbatasan Jateng dan DIY itu dihentikan dan diminta diputar balik oleh petugas.

Baca Juga: Duh, Belasan Karyawan Satpol PP dan Damkar Boyolali Positif Covid-19

"Ada 286 kendaraan diperiksa di Pos Penyekatan Prambanan, 97 kendaraan terpaksa diminta putar balik yakni 49 mobil pribadi, 21 angkutan barang, dan 27 sepeda motor," kata Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu SIK MH usai menggelar apel kesiapan penyekatan.

Penyekatan yang dilakukan aparat Polres Klaten bersama tim gabungan itu dalam rangka PPKM Darurat. Sasaran penyekatan adalah para pengendara atau pekerja yang tidak masuk dalam sektor esensial dan kritikal.

"Kami minta pengertiannya, bagi yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin, hasil swab negative dan surat keterangan kerja, maka silahkan putar balik. Bagi pekerja sektor esensial dan kritikal dipersilakan masuk," ujar Kapolres.

Baca Juga: Panglima dan Kapolri Pimpin Penyekatan Kendaraan di Pos PPKM Darurat Faroka

Penyekatan kendaraan yang dari DIY menuju Klaten dilakukan untuk menekan kasus covid-19 khususnya di Klaten. Penularan virus salah satunya dipicu tingginya mobilitas orang dan kendaraan antar daerah.

Langkah itu akan dilakukan selama PPKM darurat di Klaten, demi keselamatan masyarakat banyak. Personel Polres Bersama tim gabungan akan berupaya maksimal untuk ambil bagian dalam upaya penekan penyebaran virus.

Kapolres mengimbau agar masyarakat mentaati aturan pemerintah selama PPKM Darurat dan disiplin menerapkan 5M. Warga diharap lebih banyak di rumah, dan tidak keluar rumah bila tidak ada urusan mendesak.**

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X