Ayat Tunjangan Profesi Guru Hilang? PGRI Bereaksi, Minta Dikembalikan di RUU Sisdiknas

- Senin, 29 Agustus 2022 | 12:37 WIB
Logo PGRI (SMSolo/dok)
Logo PGRI (SMSolo/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Ayat tunjangan profesi guru (TPG) hilang? Ya, indikasi tersebut diungkap Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Organisasi guru di Tanah Air tersebut tidak menemukan ayat tunjangan profesi guru (TPG) pada RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

"Dalam draft RUU Sisdiknas per 22 Agustus 2022, yang kami terima sungguh mengingkari logika publik. Menafikkan profesi guru dan dosen, " kata Prof Unifah Rosyidi, Ketua Umum PB PGRI, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu (28/8/2022), dilansir dari Antara.

Baca Juga: Ponpes Assalaam Jadi Sekolah Lapang Hilal Pertama di Indonesia. Apa Saja yang Diajarkan?

Dia menandaskan, para pendidik bertahan terhadap profesinya karena pertimbangan mengabdi pada Tanah Air. Atas dasar itu, pihaknya menolak ayat tunjangan profesi guru (TPG) yang tidak ditemukan lagi pada RUU Sisdiknas tersebut.

Pasal-pasal yang menurutnya harus tetap dipertahankan itu menyangkut tunjangan profesi guru, tunjangan daerah terpencil, tunjangan dosen, dan tunjangan kehormatan dosen.

"Ini sama saja matinya profesi guru dan dosen.

Baca Juga: Ini Perbedaan Sayap Sayap Patah antara Film dan Kisah Nyata

"Tapi ketika terjadi penghapusan dan terjadi dalam pasal, maka kami dengan tegas PGRI di seluruh tingkatan meminta dengan segala hormat agar dikembalikan. Tunjangan profesi ini wajar sebagai bentuk penghargaan dan keadilan yang diperjuangkan terus menerus," tandasnya.

PB PGRI meminta pembahasan RUU Sisdiknas tidak terburu-buru, karrena RUU itu bersifat omnibus law. Yakni menggabungkan tiga UU menjadi satu.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gibran 'Pamer' Foto Digandeng Megawati, Sinyal Apa?

Senin, 30 Januari 2023 | 19:59 WIB

Imlek Diharap Dongkrak Okupansi Hotel di Solo

Kamis, 19 Januari 2023 | 22:19 WIB
X