Seorang Kakek Terdakwa Penembak Bos Tekstil di Solo, Dituntut 12 Tahun Penjara

- Selasa, 13 Juli 2021 | 13:35 WIB
Lukas Jayadi saat menjalani rekonstruksi (baju biru tahanan) di lokasi kejadian di Jalan Monginsidi, Banjarsari yang digelar penyidik Polresta Surakarta, beberapa waktu lalu. (SMSolo/Sri Hartanto)
Lukas Jayadi saat menjalani rekonstruksi (baju biru tahanan) di lokasi kejadian di Jalan Monginsidi, Banjarsari yang digelar penyidik Polresta Surakarta, beberapa waktu lalu. (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Lukas Jayadi (72), terdakwa penembak bos tekstil di Jalan Mongonsidi Gilingan Banjarsari, beberpaa waktu lalu dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di PN Surakarta.

Eks owner dealer motor dayang tersebut dijear dengan pasa dugaan pembunuhan berencana. Sebab dia dengan sengaja menembak mobil Toyota Alphard yang ditumpangi Ny Indriati, tanggal 2 Desember 2020 silam.

"Terdakwa kita tuntut dengan pasal Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 tentang pembunuhan berencana," kata Kasipidum Kejari Surakarta, Cahyo Madiastrianto.

Baca Juga: Pengumuman : PPKM Darurat, Mulai 16 - 22 Juli, 27 Exit Tol di Jateng Ditutup !

Cahyo menjelaskan, beberapa pertimbangan dalam tuntutan yang memberatkan karena terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Selain itu, lanjut Kasipidum, terdakwa juga dinilai tidak merasa bersalah dalam kasus tersebut.

"Untuk pembuktian, sidang juga di lokasi kejadian untuk melihat TKP hingga mendatangkan barang bukti mobil," terangnya.

Adapun sidang berikutnya, kata Cahyo, akan dilangsungkan pada tanggal 21 Juli dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa. Awalnya jadwal sidang pledoi beberapa hari lalu namun ditunda karena kuasa hukum terdakwa belum siap," paparnya.

Baca Juga: Bingung Masa Belaku SIM Habis saat PPKM Darurat? Tenang, Polres Sukoharjo Beri Kelonggaran

JPU Endang Sapto Pawuri menambahkan, selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa Lukas Jayadi juga mendapatkan pidana tambahan berupa pencabutan kepemilikan izin senjata api. Karena yang bersangkutan tidak layak untuk mendapat izin kepemilikan senpi.

"Proses sidang berjalan lancar. Hanya saja, mengingat dalam kondisi pandemi, JPU sempat menitipkan terdakwa ke ruang tahanan Polresta Surakarta. Sebelum kembali ke rutan, kita sempat menitipkan ke Polresta selama sepekan untuk menjalani karantina, namun sekarang sudah menjalani penahanan di Rutan Kelas I Surakarta," terangnya.

Baca Juga: Menkeu Siapkan Dana Rp 31 Triliun untuk Covid-19, Sinyal PPKM Darurat Diperpanjang?

Untuk diketahui, kasus penembakan itu bermula saat korban, Ny Indriati (72) warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta bersama sopirnya K (42) mengendarai mobil Toyota Alphard dari rumah menuju Hotel The Royal Surakarta Heritage di Jalan Slamet Riyadi.

Saat melintas di depan Gereja Kepunton, mobil yang ditumpangi korban tiba-tiba dihentikan oleh terdakwa bersama istrinya. Kedua lalu ikut dalam mobil menuju ke gudang di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Kecamatan Banjarsari.

Sesampainya di lokasi Lukas turun dari mobil dan menyuruh sopir membantu mengangkat barang, namun driver tidak mau lantaran melihat terdakwa membawa senpi.

Sopir langsung tancap gas hingga akhirnya terdakwa menembaki mobil hingga delapan kali tembakan yang mengenai samping kanan sebanyak empat bekas tembakan, samping kiri dua bekas tembakan, depan satu bekas tembakan dan belakang satu bekas tembakan. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Rektor UNS Mantu, Ijab Kabul Digelar Secara Daring

Jumat, 8 Oktober 2021 | 22:09 WIB

Pengurus GWS DPC Surakarta Dilantik

Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:45 WIB

Solo di Mata Pemandu Wisata

Minggu, 3 Oktober 2021 | 07:05 WIB
X