Bos Semut Rang-rang Divonis Bebas di PN Sragen, Korban Ajukan PKPU ke PN Semarang

- Rabu, 14 Juli 2021 | 16:29 WIB
Para advokat yang tergabung di Kantor Law Firm DA & Co, Rabu (14/7), menyampaikan hasil permohonan sidang PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (14/7/2021). (SMSolo/Sri Hartanto)
Para advokat yang tergabung di Kantor Law Firm DA & Co, Rabu (14/7), menyampaikan hasil permohonan sidang PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (14/7/2021). (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Para korban yang menginvestasikan uangnya ke pengelola semut rang-rang di Sragen sedikit bernafas lega. Sebab upaya hukum lain di Pengadilan Niaga Semarang masih berjalan.

Terlebih pasca vonis bebas PN Sragen beberapa waktu lalu terhadap Sugiyono selaku pengelola Semut Rang-rang. Delapan diantara ratusan korban yang ditafsir mengalami kerugian total hingga Rp 1,5 triliun mengajukan permohonan gugatan perdata ke Pengadilan Niaga pada PN Semarang.

Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Permainan Obat di Lapangan, Kapolres dan Dandim Sukoharjo Sidak Apotik

Mereka didampingi tim dari Kantor Law Firm NH & Co secara hukum mengajukan permohonan sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga pada PN Semarang. Langkah tersebut dilakukan agar ada upaya perdamaian atas perkara tersbeut.

Pengadilan Niaga PN Semarang dalam pokok perkara Nomor 20/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Semarang tertanggal 8 Juli 2021 menjatuhkan putusan terhadap CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono (Dalam PKPU) untuk sementara diberi kesempatan selama waktu 45 hari menyelesaikan pembayaran hutangnya kepada kreditur atau para korban investasi.

Baca Juga: Puluhan Kios di Pasar Hewan Nglangon Untuk Karaoke dan Kafe, Dibongkar Satpol PP Sragen

Pihak PN Niaga Semarang dalam putusannya juga mengangkat Fajar Romy Gumilar SH, Denny Ardiansyah SH MH, Dandy Romadhandy SH dan Mahmud Ibrahim Rendi Andika SH sebagai pengurus dalam proses PKPU.

Atas putusan tersebut, empat pengacara yang tergabung di Kantor Law Firm NH & Co itu akan mengelar rapat kreditur (korban investasi) pada hari Kamis (22/7) pagi, jam 09.30 WIB di Ruang Rapat Kreditur Pengadilan Niaga pada PN Semarang.

"Bagi para kreditur yang memiliki tagihan terhadap CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono dapat mengajukan tagihan kepada tim pengurus CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono paling lambat hari Senin, tanggal 2 Agustus 2021 pukul 17.00 WIB melalui website https://pkpu.dafirmlaw.com/msb atau dapat menghubungi Kantor Sekretariat Tim Pengurus yang beralamat di Law Firm DA & Co Jalan KH Samanhudi No 44 A, Purwosari, Laweyan atau telpon 085212223635 dan email: pkpumsb@gmail.com," jelas Fajar Romy Gumilar SH dalam keterangan pers, Rabu (14/7).

Baca Juga: Eh, Ada Perubahan. Begini Rekayasa Lalu Lintas Terkait Penutupan Fly Over Palur

Kreditur (korban investasi) yang telah mendaftarkan tagihannya, lanjut dia, dapat mengikuti rapat kreditur CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono untuk melakukan pencocokan piutang pada Kamis, 12 Agustus 2021, pukul 09.30 WIB di ruang rapat kreditur di Pengadilan Niaga pada PN Semarang.

"Setelah verifikasi piutang, akan dilaksanakan pembahasan dan pemungutan suara atas rencana perdamaian yang diajukan oleh CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono pada hari Rabu, tanggal 18 Agustus 2021, pukul 09.30 WIB di Pengadilan Niaga pada PN Semarang," tandas Fajar Romy didampingi Denny Ardiansyah SH dan Dandy Romadhandy SH.

Ditambahkan Fajar Romy, apabila agenda-agenda tersebut dapat dilaksanakan, hasil pembahasan dan voting atas rencana perdamaian yang diajukan oleh CV Mitra Sukses Bersama dan Sugiyono akan diputuskan dalam sidang Permusyawaratan Majelis Hakim.

"Dalam sidang nantinya sudah ditunjuk sebagai hakim pengawas yakni Eli Suprapto SH, hakim niaga pada PN Semarang," urainya. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Rektor UNS Mantu, Ijab Kabul Digelar Secara Daring

Jumat, 8 Oktober 2021 | 22:09 WIB

Pengurus GWS DPC Surakarta Dilantik

Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:45 WIB

Solo di Mata Pemandu Wisata

Minggu, 3 Oktober 2021 | 07:05 WIB
X