Karamba Jauh Melebihi Batas Maksimal, Zona Baru Dinilai Kurang Produktif

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:01 WIB
 Dandim Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dan Yoga Dharmawan dari BBWSBS menjelaskan revitalisasi kepada petani keramba. Zona Keramba Rawa Jombor 5 Persen,Sabtu (17/7/2021). (SMSolo/Merawati S)
Dandim Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dan Yoga Dharmawan dari BBWSBS menjelaskan revitalisasi kepada petani keramba. Zona Keramba Rawa Jombor 5 Persen,Sabtu (17/7/2021). (SMSolo/Merawati S)

"Saya yakin masih bisa dinego soal zona untuk keramba, meski sebenarnya master plan sudah dipaparkan di Kementerian PUPR. Tapi diputuskan dulu lokasinya dimana, nanti kami bantu mengusulkan," ujar dia.

Dalam acara itu, diputuskan akan dilakukan pengangkatan keramba yang sudah tidak aktif. Sedangkan yang masih ada ikannya, akan dibongkar belakangan, sehingga masih ada kesempatan panen dengan ukuran ikan layak jual.

Petani yang ingin ikut padat karya pembongkaran keramba, bisa mendaftar ke petugas di Plasa Kuliner. Namun, sesepuh petani keramba Suripto mengusulkan agar pembongkaran dilakukan petani sendiri, agar bahan-bahannya bisa digunakan lagi.**

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X