Waduh! Sudah Telan Empat Korban Tewas, Jala Pukat Tetap Ditemukan di Rawa Jombor

- Minggu, 18 Juli 2021 | 08:57 WIB
Jala pukat yang dilarang karena berbahaya, masih ditemukan di Rawa Jombor, Klaten.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)
Jala pukat yang dilarang karena berbahaya, masih ditemukan di Rawa Jombor, Klaten.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Petani ikan di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, tak hanya melakukan budidaya ikan dalam karamba jala apung.

Ternyata sebagian menangkap ikan dengan sistem pukat yang berbahaya.

Saat ini, sudah ada empat korban tewas akibat tersetrum listrik.

Baca Juga: Survei Keliling Rawa Jombor, Karamba Tak Aktif Dibongkar Lebih Awal

Sebenarnya, mencari ikan dengan pukat sudah sejak awal dilarang karena berbahaya.

Bayangkan saja, kabel beraliran listrik dibentangkan sepanjang ratusan meter untuk memberi penerangan di daerah tangkapan.

‘’Sudah jatuh empat korban tewas akibat pukat. Pernah dilaporkan ke PLN, lalu kabelnya dipotongi dan diambil sama PLN. Tapi nyatanya sekarang juga masih ada yang pakai cara pukat,’’ kata Darminto petugas SDA yang juga petani keramba, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat Gelar Hajatan, Pakai Hiburan Lagi. Dibubarkan Tim Satgas Karanganyar

Cara kerja pukat, lampu dinyalakan di atas permukaan air yang di bawahnya telah dipasang jala rapat.

Kemudian di bawah lampu ditebari pakan, sehingga ikan-ikan berdatangan. Setelah itu, jala diangkat sehingga ikan yang masih sangat kecil ikut terjala rapat.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X