Minim Saksi, Polisi Boyolali akan Terus Kembangkan Penganiaya Nenek Mraje

- Minggu, 18 Juli 2021 | 15:10 WIB
Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)
Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Polres Boyolali masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus penganiayaan Mraje (65), hingga tewas pada Sabtu (17/7/2021) lalu.

Penyelidikan terkendala minimnya saksi.

Menurut Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond hingga kini belum ada perkembangan terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Sumur Minyak Tradisional Terbakar. Videonya Beredar, Kabarnya di Bojonegoro

Ciri-ciri pelaku penganiayaan nenek asal Dukuh Temon Rejo RT1 RW 6, Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Boyolali juga masih kabur.

“Belum ada perkembangan signifikan. Penyebabnya, lokasi penganiayaan yang berada di tengah ladang serta minim saksi. Sehingga sulit mengidentifikasi pelaku,” katanya, Minggu (18/7).

Kapolres juga masih mendalami apakah pelakunya tunggal atau lebih dari satu orang.

Baca Juga: Penutupan Exit Tol di Jateng, Puluhan Ribu Kendaraan Diputar Balik

Sementara dari hasil keterangan saksi, korban juga tidak ada masalah dengan orang lain.

Sehingga motif pelaku melakukan penganiayaan masih belum diketahui.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

RT di Boyolali Diberdayakan Lewat Program MCD

Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:19 WIB
X