Kasus Perusakan dan Penganiayaan di Karanganyar, Penasihat Hukum Keberatan Adanya Perubahan Pasal

- Senin, 19 Juli 2021 | 21:20 WIB
Tim penasihat hukum LKBH PSHT memberi keterangan pada wartawan, terkait adanya perubahan pasal yang disangkakan pada kliennya, Senin (19/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)
Tim penasihat hukum LKBH PSHT memberi keterangan pada wartawan, terkait adanya perubahan pasal yang disangkakan pada kliennya, Senin (19/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Tim penasihat hukum enam tersangka kasus perusakan dan penganiayaan yang terjadi 18 Mei 2021 di Dusun Dersono, Desa/Kecamatan Mojogedang, keberatan dengan perpanjangan masa penahanan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Karanganyar.

Pasalnya, dalam pengajuan perpanjangan masa penahanan, penyidik menggunakan pasal 170 ayat (2) KUHP.

Padahal awalnya, keenam tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dan atau 406 KUHP.

Baca Juga: Garuda dan Lima Gelang Olimpiade dalam Logo Baru Tim Indonesia

Dwi Prasetyo Wibowo dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Persaudaraan SH Terate (PSHT) mengatakan, tim penyidik telah mengubah pasal untuk kepentingan perpanjangan masa penahanan.

"Keenam klien kami sudah ditahan selama 20 hari dan sudah diperpanjang selama 40 hari. Hal itu sesuai pasal 24 KUHAP," jelasnya, Senin (19/7/2021).

Namun mendekati berakhirnya masa perpanjangan penahanan, kasus tidak juga dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga: Polresta Banyumas Tangkap Lima Orang. Buntut Unggahan Pamflet Ajakan Demo PPKM Darurat di Medsos

Justru keenam tersangka mendapatkan perpanjangan masa tahanan lagi selama 30 hari, berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Dalam pengajuan perpanjangan masa tahanan tersebut, penyidik menggunakan pasal 170 ayat 2 KUHP.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X