Kasus Perusakan dan Penganiayaan di Karanganyar, Penasihat Hukum Keberatan Adanya Perubahan Pasal

- Senin, 19 Juli 2021 | 21:20 WIB
Tim penasihat hukum LKBH PSHT memberi keterangan pada wartawan, terkait adanya perubahan pasal yang disangkakan pada kliennya, Senin (19/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)
Tim penasihat hukum LKBH PSHT memberi keterangan pada wartawan, terkait adanya perubahan pasal yang disangkakan pada kliennya, Senin (19/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)

Berdasarkan penetapan PN Karanganyar, masa perpanjangan penahanan adalah 19 Juli sampai 17 Agustus 2021.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Sumbang Seekor Sapi Seberat 800 kilogram. Kemenag Imbau Salat Id di Rumah

Menurut Dwi, ada prosedur yang dilanggar penyidik, sehingga tidak sesuai dan melanggar hak asasi manusia.

Tim penasihat hukum menilai, penyidik tidak konsisten dalam menerapkan pasal.

"Karena itu, perpanjangan penahanan ini mestinya batal demi hukum. Sebab ada perubahan pasal yang disangkakan. Jika hal ini diabaikan, maka kami akan menempuh upaya hukum berupa pra peradilan," tandasnya.

Baca Juga: Terdampak PPKM Darurat, 840-an PKL Kawasan Karanganyar Kota Terima Bansos

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein membantah adanya perubahan pasal yang disangkakan, dalam perpanjangan masa penahanan keenam tersangka.

"Tidak ada pasal yang diubah. Kami sesuai prosedur, bersama criminal justice system. Baik penyidik, JPU maupun pengadilan," tegasnya.

Jika ada pihak yang keberatan, dipersilakan menempuh upaya hukum lain.

"Sesuai yang diatur undang-undang," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X