Tim Penasihat Hukum Tersangka Penganiaya di Karanganyar Daftarkan Gugatan Praperadilan

- Rabu, 21 Juli 2021 | 22:10 WIB
 Tim penasehat hukum dari LKBH PSHT memberikan keterangan pada wartawan, usai mendaftarkan gugatan praperadilan di PN Karanganyar, Rabu (21/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)
Tim penasehat hukum dari LKBH PSHT memberikan keterangan pada wartawan, usai mendaftarkan gugatan praperadilan di PN Karanganyar, Rabu (21/7/2021).(SMSolo/Irfan Salafudin) (Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Tim penasehat hukum enam tersangka kasus perusakan dan penganiayaan pada 18 Mei 2021 di Dusun Dersono, Desa/Kecamatan Mojogedang, mendaftarkan gugatan praperadilan terhadap Polres Karanganyar ke Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (21/7/2021).

Gugatan dilakukan, karena adanya perubahan pasal yang disangkakan kepada enam tersangka, untuk perpanjangan masa penahanan.

Surat keberatan yang disampaikan ke penyidik Satreskrim Polres Karanganyar, juga tidak ditanggapi.

Baca Juga: Curi Uang dan Ponsel Untuk Lunasi Hutang, Pengantin Baru di Purbalingga Diamankan

Pengajuan gugatan praperadilan tersebut diterima panitera PN Karanganyar dengan nomor register 02/Pid.Pra/2021/PN Kra.

Dwi Prasetyo Wibowo, salah satu anggota tim penasehat hukum dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Persaudaraan SH Terate (LKBH PSHT) mengatakan, karena tidak ada respons dari penyidik atas surat keberatan yang disampaikan, maka gugatan praperadilan ditempuh.

"Sehingga untuk mengetahui apakah perpanjangan penahanan itu sah atau tidak, diuji di pengadilan," katanya.

Baca Juga: Cek Gudang Bulog, Jokowi Tegaskan Penyaluran Bantuan Beras Terus Jalan

Sejumlah barang bukti sudah disiapkan tim penasehat hukum, untuk menguatkan argumen di persidangan.

"Kita buktikan nanti di persidangan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X