Ya Allah. Nakes RSUD Surakarta Diancam Keluarga Pasien Covid-19

- Kamis, 22 Juli 2021 | 18:28 WIB
Instagram (Agustinus Ariawan)
Instagram (Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) RSUD Surakarta diancam keluarga pasien Covid-19, yang meninggal usai dirawat di rumah sakit tersebut, Kamis (22/7/2021).

Ancaman itu dilatarbelakangi penolakan keluarga atas prosedur pemakaman pasien yang harus disesuaikan dengan protokol Covid-19.

“Kejadiannya sekitar pukul 09.00-10.00. Ada dua dokter, satu perawat dan satu bidan yang diancam suami pasien tersebut,” ungkap Plt Direktur Utama RSUD Ngipang, Niken Yuliani Untari, saat dihubungi wartawan.

Baca Juga: Usai Audiensi dengan Aliansi Elemen Sukoharjo Bersatu, Bupati Perintahkan Penyaluran Bansos Dipercepat

Kejadian itu, imbuh Niken, bermula saat petugas memberikan penjelasan terkait prosedur pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19 kepada suami pasien.

Sebab pasien tersebut telah terkonfirmasi positif korona berdasarkan hasil uji usap PCR dan dirawat selama empat hari di ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Suaminya menolak proses pemulasaran secara protokol kesehatan, meskipun tahu kalau istrinya positif Covid-19. Dia lalu mengancam dokter dan perawat, yang menenangkan bapak itu. Mungkin si bapak (suami pasien) sedang dalam keadaan tidak nyaman karena istrinya meninggal.”

Baca Juga: Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Kejari Wonogiri Luncurkan Program Jaksa Masuk Sekolah

Untungnya ancaman tersebut tidak berujung tindakan kekerasan.

“Tidak ada pemukulan. Hanya ancaman ke arah kekerasan. Dokter dan perawat kami sampai sekarang baik-baik saja,” jelas Niken.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Mapala Arcapada Unisri Gelar Ekspedisi Spesialisasi

Selasa, 21 September 2021 | 13:11 WIB

RSUD Bung Karno Solo Siapkan Layanan Hemodialisa

Jumat, 17 September 2021 | 09:50 WIB
X