Di Wonogiri, Gadis Yatim Piatu Ditolak Isoman Seorang Oknum Warga

- Jumat, 23 Juli 2021 | 19:15 WIB
RUMAH BIDAN : Rumah bidan Dwi Setyowati yang digunakan merawat Yn di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. (SM/dok) (Khalid Yogi)
RUMAH BIDAN : Rumah bidan Dwi Setyowati yang digunakan merawat Yn di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. (SM/dok) (Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Yn (23), seorang pasien positif Covid-19 asal Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri mengalami penolakan isolasi mandiri (Isoman) oleh seorang oknum warga.

Gadis yatim piatu tersebut ditolak oleh seorang warga perempuan, dengan alasan bukan warga asli Desa Bulurejo.

Peristiwa bermula saat Yn tak enak badan, 10 Juli 2021. Dua hari berikutnya, dia masih merasa sakit, sehingga memutuskan memeriksakan diri ke sebuah klinik.

Baca Juga: Polres Sukoharjo Gandeng Mahasiswa dan Bhayangkari Jadi Sukarelawan Percepatan Vaksinasi

Namun kemudian dia justru merasakan gejala seperti halnya penderita Covid-19, yakni hilangnya indera penciuman atau anosmia.

"Saya lalu tes swab di Puskesmas Nguntoronadi I, hasilnya positif corona," katanya melalui wawancara telepon, Jumat (16/7/2021).

Perempuan itu kemudian diarahkan pihak Puskesmas untuk menjalani isoman di fasilitas yang disediakan Desa Bulurejo.

Baca Juga: Pepanah Diananda Choirunisa Menunggu Lawan Penyisihan 32 Besar Olimpiade

Baru sehari menjalani isoman di fasilitas desa tersebut, ada seorang warga yang memprotes.

Yn diprotes dengan alasan bukan warga asli Bulurejo.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Bhayangkari Wonogiri Santuni Pesantren Sapu Gerang

Minggu, 12 September 2021 | 19:25 WIB

4.011 Vaksin Diberikan untuk Pegiat Keagamaan Wonogiri

Senin, 6 September 2021 | 19:25 WIB
X