Retas Data BIN hingga Kasus Munir, Bjorka Retas Data Pegawai Pemkab Sukoharjo, Ada Apa? Ini Analisisnya

- Minggu, 11 September 2022 | 19:10 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam peluncuran Sukoharjokab-CISRT, 6 September 2022 lalu. (SMSolo/Heru S)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam peluncuran Sukoharjokab-CISRT, 6 September 2022 lalu. (SMSolo/Heru S)

Menurut Suyamto, hingga akhir Agustus 2022, ancamam gangguan siber di Indonesia mencapai 8 juta kali.

Artinya dalam satu bulan ada serangan 1 juta kali dan serangan sebagian besar ditujukan pada situs atau sistem yang dikelola oleh pemerintah.

Baca Juga: Akan Dicari Aparat dan Diproses Hukum, Apa Kata Akun Bjorka?

"Kita tidak bisa menghilangkan serangan karena hal itu adalah "industri" bagi mereka. Tim ini penting karena pemerintah tengah menggalakkan digitalisasi sistem," ujarnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, di era digital sekarang ini, keamanan siber memiliki peran yang sangat penting, dari banyaknya laporan menyebutkan bahwa situs milik pemerintah menjadi target utama dalam serangan siber.

Baca Juga: Hacker 'Bjorka' Menggila! Dokumen Rahasia BIN ke Presiden Dikabarkan juga Diretas

Berdasarkan alasan tersebut, maka perlu adanya pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Goverment CSIRT pada instansi pemerintah, mulai dari tingkat kementerian, lembaga negara sampai pemerintah daerah.

TTIS atau Goverment CSIRT merupakan sebuah tim yang bertanggungjawabn untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

Baca Juga: Data Pribadi Menkominfo Bocor Dijebol Hacker, Ini Reaksi Netizen

Salah satu tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X