Pelaku Usaha Batik di Sragen Keluhkan Kekurangan Desainer Motif Batik

- Minggu, 11 September 2022 | 18:50 WIB
Tim PKM UNS memberi pelatihan  pembuatan desain motif batik untuk pelaku Usaha batik di Plupuh, Sragen.  (SMSolo/dok)
Tim PKM UNS memberi pelatihan pembuatan desain motif batik untuk pelaku Usaha batik di Plupuh, Sragen. (SMSolo/dok)

Pengembangan motif batik, menurutnya merupakan kegiatan artistik-eksporatif dalam rangkaian pelatihan terhadap para perajin.

Baca Juga: Lagi, 'Pabrik Tekstil Rutan Solo Terima Pesanan Produksi Baju Batik Seragam Sekolah

Pelatihan meliputi pengembangan motif kombinasi dengan menggunakan perangkat lunak gambar digital.

Termasuk juga eksperimen kombinasi pewarnaan batik dengan menggunakan pewarna sintetis.

Salah seorang pelaku usaha batik, Sujiyem, pengusaha batik di Desa Plupuh kesulitan menemukan pendesain motif batik.

Sebab, banyak pengusaha batik yang membutuhkan jasa mereka.

Baca Juga: Senggol Sana Senggol Sini, Akun Twitter Hacker Bjorka Lenyap

Menurut Sujiyem, pelatihan dari perguruan tinggi merupakan kesempatan yang baik untuk berinovasi agar produk batiknya tidak monoton.

Selain itu Sujiyem menyebut, perajin juga butuh upaya meningkatkan pemasaran produk batik yang dihasilkannya.

Hasil kegiatan pengabdian yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) tahun 2022 tersebut, seorang pendesain mampu menggambar desain motif dengan aplikasi photoshop 3 motif batik baru, setiap motif terdiri atas 4 warna.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Desa di Sragen Gelar Pilkades Sebelum November 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:30 WIB

Lelaki Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan

Senin, 16 Januari 2023 | 18:13 WIB
X