Kasus Tanah Bengkok Desa Beralih Nama Dilaporkan ke Kejari Sukoharjo

- Selasa, 13 September 2022 | 12:45 WIB
Lapaan RI Jawa Tengah melaporkan kasus dugaan kasus tanah bengkok yang beralih nama di Desa Gedangan, Grogol, ke Kejari Sukoharjo.  (SMSolo/dok)
Lapaan RI Jawa Tengah melaporkan kasus dugaan kasus tanah bengkok yang beralih nama di Desa Gedangan, Grogol, ke Kejari Sukoharjo. (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Kasus tanah bengkok Desa Gedangan Kecamatan Grogol, Sukoharjo, yang beralih nama, dilaporkan ke Kejari Sukoharjo.

LSM Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara Republik Indonesia (Lapaan RI) secara resmi melaporkan masalah itu ke Kejari Sukoharjo, Senin (12/9/2022) sore.

Laporan diterima Kasi Intelijen, Galih Martino Dwi Cahyo SH.

Baca Juga: Tanah Bengkok Desa di Sukoharjo Beralih Nama. Kok Bisa?

“Semoga laporan ini segera ditindaklanjuti dengan membentuk tim untuk melakukan investigasi secara mendalam,” kata Ketua Lapaan RI Jawa Tengah, BRM Kusumo Putro, Senin malam.

Kusumo Putro melaporkan kasus dugaan jual beli tanah kas Desa Gedangan diperkirakan muncul pada 2018. Saat itu, diketahui ada sejumlah tanah kas desa seluas sekitara 3.000 m2 dari catatan bondo Desa Gedangan.

“Laporan ini sebagai pintu masuk bagi Kejari Sukoharjo untuk melakukan pengusutan lebih lanjut, siapa saja yang mengetahui kasus ini, lalu siapa saja yang terlibat agar segera diperiksa," tegas Kusumo yang juga pengacara.

Baca Juga: Kades di Sragen Sepakat Input Data Lelang Tanah Eks Bengkok Masuk Siskeudes

Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Hadi Sulanto SH membenarkan, telah menerima laporan atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Dia menjelaskan, tanah desa seperti yang dimaksud bukan merupakan tanah kas desa, sehingga bukan perbuatan korupsi.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Densus Ciduk Terduga Teroris di Sukoharjo

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:50 WIB
X