TNI Panen Perdana Kacang Sacha Inchi di Wonogiri. Ternyata Ini Keistimewaannya

- Selasa, 13 September 2022 | 20:40 WIB
Danrem 074 Warastratama Kol Inf Achiruddin, Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto dan Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memetik kacang sacha inchi di sekitar plaza Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Selasa (13/9/2022).  (SMSolo/Khalid Yogi)
Danrem 074 Warastratama Kol Inf Achiruddin, Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto dan Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memetik kacang sacha inchi di sekitar plaza Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Selasa (13/9/2022). (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Danrem 074 Warastratama Kol Inf Achiruddin bersama jajarannya dan para petani panen perdana kacang sacha inchi (plukenetia volubilis) di sekitar plaza Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Selasa (13/9/2022).

Kacang tersebut merupakan tanaman asli hutan tropis Amazon dan kini mulai dibudidayakan di Indonesia.

Panen perdana tersebut juga diikuti Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto, Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, para Dandim di jajaran Korem 074/Warastratama, perwakilan ketua Gapoktan sacha inchi se-Solo Raya dan petani Desa Pokoh Kidul.

Baca Juga: Di Klaten, Danrem Beri Santunan Anggota Sakit dan Minta Anggota Bijak Bermedsos

Danrem menerangkan, pihaknya menjembatani antara petani dan pengusaha untuk menanam kacang sacha inchi. Pasalnya, tanaman tersebut mempunyai banyak khasiat, bernilai ekonomi sangat tinggi dan mudah dibudidayakan.

Kandungan Omega 3 pada kacang sacha inchi luar biasa tinggi, bahkan mencapai tiga kali lipat dibanding ikan salmon. Alhasil, kacang sacha inchi sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan.

Komoditi tersebut dapat diolah sebagai bahan kosmetik pelembab dan pencerah kulit, obat penurun kolesterol dan pencegah asam urat.

Baca Juga: Revitalisasi Gajahmungkur, Dermaga Perahu Wisata Bakal Disulap Jadi Jembatan Kaca

Nilai jualnya sangat tinggi. Harga kacang sacha inchi kering dari tangan petani mencapai Rp 5.000 per kilogram.

"Tanamannya sangat mudah dibudidayakan. Bisa tumbuh cepat di medan manapun. Seperti di Wonogiri yang tanahnya kering juga masih tumbuh bagus. Umur enam bulan sudah bisa panen," terangnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembangunan Kantor Dinkes Wonogiri Telan Rp14 Miliar

Selasa, 6 Desember 2022 | 10:41 WIB

Wonogiri Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:17 WIB

Warga Peduli AIDS Wonogiri Dihidupkan Lagi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:23 WIB

Duh, Delapan Ibu Hamil di Wonogiri Terpapar HIV

Rabu, 30 November 2022 | 21:16 WIB

Shaggy Dog Bakal Meriahkan Tahun Baru di Wonogiri

Senin, 28 November 2022 | 19:21 WIB
X