Rumah Singgah Overload, Dinsos Boyolali Tambah Bangunan Baru

- Kamis, 15 September 2022 | 14:54 WIB
Bangunan rumah aman milik Dinsos Boyolali dalam tahap pembangunan.  (SMSolo/dok)
Bangunan rumah aman milik Dinsos Boyolali dalam tahap pembangunan. (SMSolo/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Keberadaan rumah singgah bagi orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan terlantar dinilai penting. Sayangnya, kapasitas rumah singgah di Boyolali, overload.

Hanya 18 kamar yang tersedia dan telah terisi 22 penghuni. Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali kini tengah membangun rumah aman senilai Rp 1 miliar.

Karena kewalahan, beberapa penghuni baru dialihkan ke panti-panti sosial milik Pemprov Jawa Tengah dan Kemensos.

Baca Juga: Boyolali Waspadai Kasus Kekerasaan Anak dan Perempuan

“Saat ini, kapasitas rumah singgah sudah overload. Penghuninya saat ini 22, dan dikirim ke rumah sakit satu orang,” ujar Kirmanto, Pejabat Fungsional Teknis, Bidang Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Anak dan Lansia, Dinsos Boyolali, Kamis (15/9).

Menurutnya, Dinsos Boyolali hanya bisa menampung ODGJ yang dikirimkan Satpol PP, Polres dan aduan masyarakat. Khusus orang terlantar, lansia dan anak, akan dikirimkan ke panti-panti sosial milik Pemprov dan kementerian.

Rumah singgah tersebut dilayani sepuluh petugas yang berjaga 24 jam. Khusus untuk ODGJ dengan kondisi parah dimasukan ruang isolasi. Setelah tenang, dikirimkan ke RS jiwa. Yakni, RSUD Simo dan RSJD Arif Zainudin, Solo.

Baca Juga: Diamankan Saat Bersih- bersih Kaca Mobil di Perempatan Boyolali Kota, Remaja Ini Ungkap Hal Mengejutkan

“Karena keterbatasan kapasitas maka Dinsos kembali membangun fasilitas rumah aman,” kata Kirmanto.

Saat ini, rumah aman baru ada satu kamar.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB

Puluhan Umat Hindu Bali Kunjungi Boyolali, Ini Tujuannya

Minggu, 27 November 2022 | 13:50 WIB
X