Songsong Pemilu 2024, Bawaslu Boyolali Rintis Desa Anti Politik Uang

- Kamis, 15 September 2022 | 19:55 WIB
Ketua Panwas Boyolali, Taryono menyampaikan edukasi pentingnya anti politik uang kepada masyarakat Samiran, Kecamatan Selo. (SMSolo/Joko Murdowo)
Ketua Panwas Boyolali, Taryono menyampaikan edukasi pentingnya anti politik uang kepada masyarakat Samiran, Kecamatan Selo. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Menyambut Pemilu 2024, Panwas Boyolali berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk melek politik. Salah satunya dengan merintis enam desa anti politik uang.

“Ini bertujuan untuk membangun kesadaran demokrasi yang lebih bermartabat,” ujar Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono, Kamis (15/9/2022).

Ditemui usai sosialisasi yang bersamaan dengan acara Musrenbangdes di Desa Samiran dia menyebutkan, enam desa tersebut adalah Desa Samiran, Selo.

Baca Juga: 500 Rekening Judi Online Diblokir PPATK. Ada Rekening Ibu Rumah Tangga, Polisi Sampai Mahasiswa

Desa/Kecamatan Cepogo, Desa Dragan, Tamansari, Desa/Kecamatan Selo, Desa Sendang, Karanggede dan Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo.

“Desa-desa ini akan menjadi percontohan untuk penerapan kesadaran politik masyarakat yang sehat dan bermatabat. Salah satunya menolak politik uang.”

Baca Juga: Peran Pemuda di Madiun di Kasus Bjorka Masih Didalami

Dalam kegiatan ini, pihaknya memberikan edukasi melek politik pada masyarakat. Diharapkan masyarakat terbuka kesadarannya untuk turut aktif dalam demokrasi yang lebih bermartabat.

Keenam desa tersebut dipilih, lantaran dianggap melek politik. Kades Desa Samiran, Selo, Herman mengakui, kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi secara sehat sudah dijalankan sejak lama.

Baca Juga: Prediksi Liga Eropa Sheriff vs Manchester United

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB

Puluhan Umat Hindu Bali Kunjungi Boyolali, Ini Tujuannya

Minggu, 27 November 2022 | 13:50 WIB
X