Perpanjangan PPKM Level 4, Pelaku Usaha Wisata Karanganyar Berharap Kelonggaran

- Senin, 26 Juli 2021 | 18:35 WIB
Palang di depan salah satu objek wisata di Tawangmangu, sebagai pemberitahuan bahwa kegiatan wisata di tempat tersebut tutup. (SMSolo/dok) (Irfan Salafudin)
Palang di depan salah satu objek wisata di Tawangmangu, sebagai pemberitahuan bahwa kegiatan wisata di tempat tersebut tutup. (SMSolo/dok) (Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Pelaku usaha wisata di Karanganyar berharap bisa menjalankan usahanya pada masa penerapan PPKM level 4, dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Sejauh ini, seluruh usaha wisata di Karanganyar tutup, sejak diterapkannya PPKM Darurat pada 3 Juli 2021.

Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Ekowisata Lawu (APEWL) Parmin Sastro mengatakan, pelaku usaha wisata di Tawangmangu dan Ngargoyoso sudah sangat berat bebannya, menghadapi dampak PPKM.

Baca Juga: Surat Palsu Beredar di Lembaga-lembaga Sosial Wonogiri, Catut Nama Bupati

"Dan sekarang PPKM diperpanjang ke level 4 sampai 2 Agustus. Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Pemkab Karanganyar, terkait bagaimana usaha wisata di PPKM level 4 ini," katanya, Senin (26/7/2021).

Pelaku usaha wisata berharap ada kelonggaran aturan, agar mereka bisa segera menjalankan usahanya.

"Kalau warung makan atau kuliner kan sudah bisa dine in, meski dibatasi 30 menit. Kami berharap, yang wisata juga ada kelonggaran. Misalnya dengan pembatasan jumlah pengunjung, maksimal 25 persen dari kapasitas. Itu lebih melegakan," tuturnya.

Baca Juga: Vaksinasi di Solo Capai 60 Persen, Bupati Sragen : Treatmennya Tidak Hanya untuk Satu Kota tetapi se-Solo Raya

Sebab jika usaha wisata ditutup total, yang terdampak tidak hanya pelaku usahanya saja. Tapi juga ekosistem pendukung di sekitarnya.

"Komunitas jip, kuda wisata, penginapan, PKL di sekitar lokasi, maupun UKM, terdampak semua. Terus terang, sangat berat jika ditutup total. Lebih nyaman jika ada pembatasan jumlah pengunjung, dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Setidaknya masih bisa beroperasi," tuturnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

20.000 Warga Sragen Terima BLT Minyak Goreng

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:58 WIB
X