Ribuan Warga Tumplek Blek di Lapangan Sendang Plampeyan, Berebut Apem Yaqowiyu

- Jumat, 16 September 2022 | 17:51 WIB
Ribuan orang berebut sebaran apem dalam tradisi Yaqowiyu di Jatinom, Klaten, Jumat (16/9/2022). (SMSolo/dok)
Ribuan orang berebut sebaran apem dalam tradisi Yaqowiyu di Jatinom, Klaten, Jumat (16/9/2022). (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Ribuan masyarakat tumplek blek di lapangan Sendang Plampeyan kompleks makam Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat 16 September 2022.

Mereka berebut apem dalam puncak peringatan Tradisi Yaqowiyu di lapangan tersebut, seusai sholat Jumat.

Tradisi Yaqowiyu yang ditandai sebaran apem itu merupakan tradisi warisan ulama besar Ki Ageng Gribig. Tradisi itu mengandung makna ajakan untuk bersedekah dan berbagi dengan sesama.

Baca Juga: 379 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Tradisi Yaqowiyu di Klaten

Acara sebaran berton-ton kue apem diawali Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani dan Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya.

Sebelum disebar, dilakukan doa bersama. Suasana begitu meriah, para pengunjung rela berdesak-desakan agar bisa mendapatkan apem yang dipercaya sebagian orang bisa membawa berkah.

Camat Jatinom, Sri Rahayu Wahyuningsih mengatakan, sekitar empat ton apem sedekah dari warga yang dibagikan pada pengunjung. Sebelumnya, gunungan apem berisi 2.000 apem diinapkan semalam di Masjid Gedhe Jatinom.

Baca Juga: Dua Tahun Sangat Terbatas, Tradisi Yaqowiyu Jatinom akan Kembali Digelar Terbuka. Ini Jadwalnya.

Selesai shalat Jumat, gunungan apem itu dibawa ke Amphitheater Sendang Plampeyan. Tahun ini, tradisi sebaran apem begitu meriah karena digelar kembali secara terbuka.

Dua tahun terakhir, tradisi itu digelar sangat terbatas karena pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X