Menjamurnya Branjang di Waduk Gajahmungkur, Dislapernak Segera Gelar Operasi Pembersihan

- Selasa, 20 September 2022 | 19:30 WIB
Branjang-branjang ikan beroperasi di perairan Waduk Gajahmungkur, Kalimati Betal Lawas, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.  (SMSolo/Khalid Yogi)
Branjang-branjang ikan beroperasi di perairan Waduk Gajahmungkur, Kalimati Betal Lawas, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. (SMSolo/Khalid Yogi)

Seperti diberitakan, branjang-branjang ikan ilegal kembali bertebaran di sebagian wilayah Waduk Gajahmungkur, Wonogiri. Alat penangkap ikan yang berupa bangunan dari rangkaian bambu dengan jaring berukuran kecil itu sebenarnya dilarang dioperasikan.

Baca Juga: Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajahmungkur Dianggarkan Rp 28,9 Miliar. Untuk Apa Saja?

Branjang apung banyak dijumpai di perairan sekitar Kalimati Betal Lawas, Kecamatan Nguntoronadi. Bangunan yang sama juga bertebaran di lokasi sekitar Kecamatan Baturetno dan Wuryantoro.

Pihak DPRD Wonogiri menolak tegas penggunaan alat tangkap ilegal tersebut, karena dapat merusak populasi ikan.

"Kami menolak keras penangkapan ikan dengan branjang dan jaring keruk. Itu yang ketangkap tidak cuma ikan besar, tapi ikan-ikan kecil, anak-anaknya, sama semua pasukannya bisa habis," kata ketua DPRD Wonogiri Sriyono, Senin (19/9).**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS Wonogiri Targetkan Enam Kursi dalam Pileg 2024

Kamis, 2 Februari 2023 | 07:27 WIB

Panen Raya Jagung di Bendungan Plumbon Wonogiri

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:52 WIB

Polres Wonogiri Jalankan Gerakan Tiji Tibeh. Apa Itu?

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:26 WIB
X